1. MALANG
  2. KABAR MALANG

Digerebek, penadah barang curian teriaki polisi maling

Seorang penadah barang hasil curian di Malang, meneriaki petugas 'maling' saat hendak diringkus.

©2016 Merdeka.com Editor : Siti Rutmawati | Contributor : Darmadi Sasongko | Kamis, 15 Desember 2016 18:10

Merdeka.com, Malang - Seorang penadah barang hasil curian di Malang, meneriaki petugas 'maling' saat hendak diringkus. Kontan teriakan, Nur Kholik (32) itu mengundang perhatian warga sekitar lokasi dan mengerubuti petugas yang hendak menangkap pelaku.

Tidak hanya itu, Nur Kholik juga meminta istrinya untuk mengambilkan pisau ke dapur untuk membunuh tamunya. Beruntung istrinya tidak meladeni permintaan suaminya.

"Kanit Resmob diteriaki maling, mau dibunuh sama dia. Istrinya diminta ambil pisau, 'mau tak bunuh orang ini' Beruntung istrinya tidak mengambil pisau," kata AKP Tatang Prijanto Panjaitan, Kanit Reskrim Polres Kota Malang, Rabu (14/12).

Kholik yang diketahui sebagai warga Jalan Ir Rais Utara Gang 4 Bareng, Kelurahan Klojen itu juga berusaha membuang handphone yang dicari petugas. Tetapi usahanya sia-sia, karena petugas menemukan kembali handphone tersebut di selokan.

Kholik diduga sebagai penadah barang hasil jambretan tersangka Muhtar Rosyid (20), warga Sampang, Madura yang tinggal di Jalan Muharto Gang 5 Kota Malang. Muhtar melakukan aksinya bersama A, yang statusnya masih buron.

Keduanya menjual hasil barang curiannya kepada Kholik yang memang sehari-hari sebagai penjual handphone. Barang tersebut merupakan hasil rampasan dari seorang perempuan yang tengah pulang kerja tengah malam.

Saat itu Kanit Resmob Polres Kota Malang, Ipda Sugeng Irianto bersama tiga anak buahnya hendak menangkap Kholik di rumahnya. Masing-masing personel berjaga di setiap gang.

"Yang nemukan tersangka dan lokasinya Kanit Resmob, personelnya berpencar di gang lain. Kemudian ditunjukkan kartu anggota, malah lari, dikejar, teriak maling," kisah Tatang.

Sugeng pun dikerubungi warga sekitar dan kartu anggotanya sempat diminta seorang warga. Kejadian tersebut segera terselesaikan setelah para personel lain datang menjelaskan pada warga sekitar.

"Petugas kita bersabar, kalau ikut panas malah bahaya, bisa menimbulkan reaksi warga juga," kata Tatang.

Kholik sendiri mengaku panik saat didatangi petugas ke rumahnya. Karena kepanikannya itu berusaha mengertak petugas, dengan meminta istrinya mengambil pisau dan meneriaki 'maling'. "Panik saja," kata Kholik sambil tersenyum.

PILIHAN EDITOR

(SR) Laporan: Darmadi Sasongko
  1. Kriminal
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA