1. MALANG
  2. KABAR MALANG

Singo dan Twuin antarkan Kota Malang raih TOP 25 Inovasi Jawa Timur

Dua penghargaan berhasil diraih Kota Malang dalam ajang Jambore Inovasi Provinsi Jawa Timur.

©2017 Merdeka.com Editor : Rizky Wahyu Permana | Contributor : Darmadi Sasongko | Rabu, 06 Desember 2017 11:17

Merdeka.com, Malang - Dua penghargaan berhasil diraih Kota Malang dalam ajang Jambore Inovasi Provinsi Jawa Timur. Lewat layanan Singo (Sistem Pelayanan Malang Online) dan Twuin (Total Water Utility Integrated Network ) Kota Malang masuk TOP 25 Inovasi Jawa Timur.

Singo merupakan program layanan Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang dan Twuin program layanan PDAM Kota Malang. Dua penghargaan tersebut diterima oleh Walikota Malang, Moch Anton dari Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, di Ballroom Hotel Santika Premier Surabaya, Selasa (5/12).

"Saya berharap seluruh OPD dapat terus berinovasi agar peningkatan pembangunan di Kota Malang dapat berjalan baik. Kesemuanya itu, bertujuan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat serta mewujudkan Kota Malang yang bermartabat," kata Anton.

Anton mengucapkan rasa syukur dan apresiasinya kepada Kelurahan Sawojajar dan PDAM Kota Malang atas capaian prestasi tersebut.

Gubernur Jawa Timur, Soekarwo menyatakan bahwa leadership (kepemimpinan) kunci sukses pelayanan publik yang inovatif. Leadership mempengaruhi 50 persen kinerja di instansi pemerintah.

"Pemimpin yang baik harus menguasai pelayanan publik yang inovatif di instansinya masing-masing. Jika tidak, tidak ada kepercayaan atau trust dari bawahan terhadap inovasi pelayanan publik yang dilakukan," katanya.

Pakde Karwo, demikian biasa disapa mengatakan, seorang pemimpin harus bersama masyarakat dan stakeholder merumuskan kebijakan dan berjalan bersama memajukan daerah dan instansinya. Masyarakat yang dipimpin ikut diajak bicara mengenai apa yang disukai dan cocok dijalankan.

“Kunci sukses sebagai pemimpin yang baik harus belajar dari masyarakat. Pemimpin harus selalu dinamis mengikuti kepentingan-kepentingan yang dibutuhkan masyarakat. Kalau pimpinannya mau peduli, turun, dan diajak diskusi, maka inovasi pada pelayanan publik bisa jalan,” ujarnya.

Pakde Karno, menamakannya sebagai demokrasi partisipatoris yang merupakan budaya khas Jawa Timur. Pemerintah memberi kesempatan bagi stakeholder dan masyarakat guna menyampaikan pendapat dalam menyusun pelayanan publik.

Partisipatoris sendiri merupakan cara demokrasi yang dilakukan Pemprov Jawa Timur dalam memberikan pelayanan publik.

Jawa Timur, disampaikan Pak Dhe, masyarakat membuat perjanjian dengan pemerintah atau yang biasa disebut dengan citizen charter. Contohnya, pelayanan Puskesmas di Blitar biasa dibuka pada pukul 07.00 WIB sampai 12.00 WIB, tetapi karena masyarakatnya yang sebagian besar petani ingin pelayanannya dibuka mulai pukul 16.00 WIB hingga 22.00 WIB.

"Melihat kondisi masyarakat, permintaan tersebut dikabulkan oleh Bupati setempat. Ini bagus sekali sebab mampu memberikan warna tersendiri. Mengaplikasikan demokrasi terhadap budaya. Citizen charter menjadi kesenangan masyarakat,” imbuhnya.

Soekarwo juga sangat mengharapkan pemimpin daerah dan instansi pemerintah melibatkan aparatur sipil negara/ASN sebagai agent of change yang dapat menciptakan terobosan-terobosan baru 'One Service One Inovation'. Artinya, setiap SKPD harus mampu menciptakan satu inovasi atau terobosan baru sebagai upaya memperbaiki kualitas pelayanan publik.

Di samping itu, untuk memperkuat kinerja birokrasi diperlukan pula reformasi birokrasi khususnya di faktor IT.

PILIHAN EDITOR

(RWP) Laporan: Darmadi Sasongko
  1. Abah Anton
  2. Teknologi
  3. Ngalam Kipa
  4. Layanan Publik
  5. Kota Malang
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA