1. MALANG
  2. PARIWISATA

Bikin spot foto lucu, mahasiswa UB relaunching wisata candi Sumberawan

Kampanyekan 'Peduli Wisata Sejarah', mahasiswa Universitas Brawijaya relaunching wisata di candi Sumberawan, dengan dirikan spot foto lucu.

Relaunching Wisata Sumberawan. ©2016 Merdeka.com Reporter : Siti Rutmawati | Sabtu, 13 Mei 2017 17:59

Merdeka.com, Malang - Kenal dengan wisata sejarah Stupa Sumberawan di desa Toyomarto, Singosari, kabupaten Malang? Saat ini, kawasan wisata sejarah berbasis alam ini, hadir dengan wajah baru. Pasalnya, di area hutan pinus di sekitar pintu masuk stupa tersebut, terdapat beberapa spot wisata anyar, hasil garapan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Brawijaya.

Menggandeng Pertamina sebagai penyokong dana utama, sekelompok mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi ini, mencoba menyerukan kampanye 'peduli wisata sejarah'. Yakni, mencoba menarik perhatian masyarakat dengan menambahkan beberapa spot wisata di area tersebut. Sebut saja, Taman Hammock, Taman Bunga, Hutan Pinus, Hutan Batik, dan Hutan Lampion. Resmi relaunching hari ini, Sabtu (13/5), kawasan wisata Stupa Sumberawan ini, diperkenalkan kembali dengan nama 'Wisata Sejarah Fun Education Candi Sumberawan'.

Peresmian Relaunching Wisata Sumberawan
© 2017 merdeka.com/Siti Rutmawati

Made Dwi, Ketua Panitia Tim Penyelenggara kegiatan tersebut menjelaskan, pihaknya ingin masyarakat mulai melirik wisata yang menampilkan situs purbakala, sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap sejarah. Pasalnya, berdasar survey sederhana, pihaknya menemukan tak banyak orang yang mengetahui keberadaan wisata sejarah berupa candi di Malang. Hal tersebut mendorong mereka mengkampanyekan 'peduli wisata sejarah', dengan menorehkan wajah baru di area tersebut.

"Kami pikirkan, gimana caranya agar masyarakat mau dulu datang ke sini. Akhirnya kami mengkonsepkan, apa yang ada di sini sekarang, yaitu Taman Hammock, Taman Bunga, Taman Lampion dan Taman Batik, tempat yang menarik untuk foto-foto. Konsep kami, dari manarik massa dulu, kemudian bisa masuk ke candi untuk melihat. Secara berkesinambungan akan meningkatkan pariwisata di sini," singkatnya.

Peresmian Relaunching Wisata Sumberawan
© 2017 merdeka.com/Siti Rutmawati

Berada di kawasan milik Perhutani, proyek pengembangan wisata ini pun melibatkan Lembaga Kemitraan Desa Pengelolaan Hutan (LKDPH) Desa Toyomarto. Menjalin koordinasi dengan Perhutani, LKDPH bergerak di bidang perawatan dan pengembangan taman di kawasan desanya.

Abadi Eka Rihanjaya, Ketua LKDPH Desa Toyomarto, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini tengah berusaha menyusun pengembangan wisata di kawasan tersebut. Menyasar beberapa titik, LKPDH bersama Perhutani mempersiapkan diri untuk proyek pengembangan wisata tersebut.

"Selanjutnya kita akan koordinasi, penambahan di pojok sana (Pen: sumber air di luar area stupa Sumberawan), yang nantinya untuk selfie-selfie. Jadi nanti, bakal ada juga rumah pohon, pendopo sebagai base camp, masalah parkir juga. Kita rencananya, parkir itu di atas. Jadi mobil atau kendaraan roda dua gak masuk ke dalam, jadi di sini (Pen: kawasan Perhutani) oksigennya murni," ungkap Abadi.

Relaunching Wisata Sumberawan
© 2017 merdeka.com/Siti Rutmawati

Kepala Perhutani Singosari, Sukirno berharap, pengunjung yang datang ke kawasan wisata Sumberawan ini tetap menjaga alam dengan baik. Yakni, dengan tidak menebang pohon, maupun membuang sampah sembarangan.

"Jadi, konsep kami untuk pengembangan wisata ini, pertama tidak boleh merusak pohon, harus kita lindungi. Kebetulan titik yang harus kita lindungi di sini adalah candi dan sumber mata air. Jadi, kita harapkan kepada pengunjung, dilarang menebang pohon dan lain sebagainya," tuturnya.

Sukirno menjelaskan, sistem pengawasan di kawasan Perhutani melibatkan masyarakat yang tergabung dalam LKPDH. "Jadi kami bersama-sama dengan masyarakat yang diwadahi LKPDH. Karena perhutani ini aset terbuka, tidak bisa diamankan sendiri, jadi harus bekerjasama dengan masyarakat di sekitar hutan," tandasnya.

PILIHAN EDITOR

(SR)
  1. Event
  2. Wisata Sejarah
  3. Zona Turis
  4. Kabupaten Malang
  5. Pariwisata
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA