1. MALANG
  2. GAYA HIDUP

Kreatif, mahasiswa UB bikin alat penyaring sampah sungai

Sodorkan solusi untuk antisipasi permasalahan lingkungan, mahasiswa UB rancang alat penyaring sampah sungai bernama Jigsaw.

Penggunaan Jigsaw di badan anak sungai Brantas. ©2017 Merdeka.com Reporter : Siti Rutmawati | Selasa, 18 Juli 2017 20:09

Merdeka.com, Malang - Seolah tak ada habisnya, permasalahan sampah hingga saat ini masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diatasi, termasuk di Kota Malang. Kendati memahami akan risiko yang harus ditanggung, kebiasaan sebagian masyarakat membuang sampah di sepanjang bantaran sungai, masih sulit untuk diubah. Akibatnya, sampah yang menumpuk di area tersebut, memunculkan berbagai permasalahan lingkungan, seperti banjir, bau menyengat, dan lainnya.

Mencoba sodorkan solusi atas permasalahan tersebut, tim penelitian mahasiswa asal Universitas Brawijaya, merancang sebuah alat bernama Jigsaw. Jaring Introspeksi Guna Antisipasi Sampah Warga (Jigsaw) merupakan alat yang digunakan untuk mengetahui asal atau sumber sampah yang dibuang dan menumpuk di badan sungai. Penelitian ini digawangi oleh lima mahasiswa jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, yakni Roro Pergiwo, Daniar Larasati, Meidyana Visi Chairunnisa, Ika Agustin, dan Rheza Fahri.

Dilansir Prasetya Online Universitas Brawijaya, penggunaan alat tersebut terbilang cukup sederhana, yakni dengan memasang jaring pada badan sungai. Jaring diberi pemberat berupa batang besi pada bagian ujung jaring yang tenggelam di air. Sedangkan untuk membersihkan sampah pada jaring, cukup dengan mengangkat batang besi pada tiang yang lebih tinggi.

Sebagai uji coba, alat tersebut dipasang di salah satu ruas anak sungai Brantas, yakni di kawasan RW 02, Kelurahan Merjosari, Kota Malang. Penelitian mahasiswa ini, didampingi Deni Agus Setyono, sebagai dosen pembimbing.

Deni berharap, keberadaan Jigsaw dapat mengurangi permasalahan sampah di lingkungan penduduk. Lingkungan pemukiman yang bersih diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran dan kemauan masyarakat untuk mengendalikan dan mengelola sampah dengan baik.

"Dari pengamatan kami, (Jigsaw) selain untuk membersihkan sampah, yaitu sebagai alat intropeksi masyarakat agar mereka berpikir dan sadar apabila hendak membuang sampah di sungai, terutama di sekitar lingkungan permukiman mereka," ujarnya.

PILIHAN EDITOR

(SR)
  1. Universitas Brawijaya
  2. Mahasiswa
  3. Penelitian
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA