1. MALANG
  2. GAYA HIDUP

Mazter, alat sederhana yang bikin buah segar tanpa pengawet kimia

Tingkatkan kualitas buah ekspor, tim mahasiswa UB rancang Mazter, yakni alat pencuci sekaligus pengawet buah tanpa bahan kimia.

Ilustrasi Buah Apel Segar. ©2016 Merdeka.com Reporter : Siti Rutmawati | Jum'at, 14 Juli 2017 17:07

Merdeka.com, Malang - Data BPOM tahun 2015 menunjukkan bahwa 37 persen produk pertanian dari 170 jenis komoditas ekspor Indonesia mendapat penolakan Uni Eropa, lantaran masalah keamanan pangan. Buah, sebagai salah satu komoditas pertanian ekspor Indonesia, sebenarnya memiliki kualitas yang baik. Terlebih, beberapa jenis dari buah-buahan tersebut hanya terdapat di Indonesia. Sayangnya, perhatian yang kurang pada aspek mutu dan keamanan pangan, menjadi kendala produksi dan pemasaran buah-buahan tersebut.

Berupaya mengatasi persoalan tersebut, lima mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya, merancang sebuah alat pencuci dan penyimpan buah bernama Mazter. Dilansir Prasetya Online Universitas Brawijaya, Automatic Ozone Sanitizer (Mazter) menggunakan teknologi Dielectric Barrier Discharge. Teknologi tersebut secara otomatis menghasilkan ozon untuk mempertahankan kadar kualitas buah-buahan. Ruang penyimpanan buah pada alat ini, dilengkapi dengan sterilizer, sehingga mampu mengoptimalkan alat untuk mempertahankan kualitas buah.

Tim Mahasiswa UB Perancang Mazter
© prasetya.ub.ac.id/Humas Universitas Brawijaya

Salah satu anggota tim perancang, Singgih Mahardika Nugroho mengatakan, prinsip kerja Mazter relatif sederhana. Ia bersama timnya menggabungkan sistem kerja kulkas dan alat pencuci. Ibaratnya, kata Singgih, Mazter memiliki fungsi ganda, yakni sebagai pencuci sekaligus peyimpan buah, sehingga kinerja menjadi lebih efisien.

Lebih lanjut, Singgih menambahkan, keunggulan lain Mazter terletak pada prosesnya yang dapat diatur secara otomatis. Konsumsi energinya yang rendah akan mengurangi penggunaan zat-zat kimia pada buah-buahan.

Proses penggunaan Mazter terbilang cukup mudah. Setelah proses pencucian selama 10 menit, buah akan disimpan dalam ruang penyimpanan. Secara otomatis, buah dalam ruang penyimpanan akan dialiri ozon selama 24 jam sekali, sebagai sterilisasi.

"Uji laboratorium yang kami lakukan membuktikan mazter dapat memperpanjang umur simpan serta menghilangkan bakteri, jamur, dan cemaran pestisida yang ada pada buah-buahan," tuturnya.

Selain Singgih, Mazter juga dirancang oleh empat mahasiswa lainnya, yakni Dimas Triardianto, Bagus Wisnu Wardhani, Casilda Aulia Rakhmadina, dan Faidiatul Andika Nuriah. Kelima mahasiswa tersebut berharap, alat yang mereka rancang dapat mengembangkan teknologi di bidang produksi buah-buahan berbasis Dielectric Barrier Discharge. Mereka juga berharap, Mazter menjadi solusi efektif di tengah maraknya kontaminasi mikroba pada buah yang menyebabkannya cepat busuk.

PILIHAN EDITOR

(SR)
  1. Teknologi
  2. Universitas Brawijaya
  3. Penelitian
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA