1. MALANG
  2. KABAR MALANG

Kecelakaan pesawat, jenazah Kolonel Pnb Hanafie dimakamkan di Malang

Kolonel Pnb M.J. Hanafie, pilot pesawat latih yang mengalami kecelakaan di Bandara Tunggul Wulung, Cilacap, akan dimakamkan di Malang.

©2018 Merdeka.com Editor : Rizky Wahyu Permana | Contributor : Darmadi Sasongko | Rabu, 21 Maret 2018 10:23

Merdeka.com, Malang - Kolonel Pnb M.J. Hanafie, pilot pesawat latih yang mengalami kecelakaan di Bandara Tunggul Wulung, Cilacap, akan dimakamkan di Malang, Jawa Timur. Jenazah akan diterbangkan ke Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh dan sesaat disemayamkan di rumah duka.

"Benar (dimakamkan di Malang), rencana akan dimakamkan di TPU Marga Baka, Abdulrachman Saleh," kata Mayor Sus Hamdi Londong Allo, Kepala Penerangan (Lanud) Abdulrachman Saleh kepada wartawan, Rabu (21/3).

Berdasarkan informasi, jenazah Hanafie akan diterbangkan dari Lanud Halim Perdanakusuma ke Abdulrachman Saleh di Malang sekitar pukul 07.00 WIB.

Jenazah akan disalatkan di masjid di lingkungan Lanud Abdulrachman Saleh sebelum disemayamkan di rumah duka Jalan Dirgantara 2 Blok C4 No. 37 Perumahan Dirgantara Permai Sawojajar, Kota Malang.

Jenazah selanjutnya diberangkatkan dari rumah duka menuju TPU Marga Baka di Kawasan Lanud Abdulrachman Saleh Malang dengan prosesi upacara militer.

Pilot Hanafie meninggal dunia dalam kecelakaan saat mempiloti pesawat latih tipe Decatlon BL-30 dengan nomor registrasi PK-RTZ milik Genesa Flight Academy (GFA) jatuh di Bandara Tunggul Wulung, Cilacap, Selasa (20/3) sekitar pukul 15.15 WIB.

Akibat kejadian tersebut, pesawat jenis akrobatik itu itu juga mengalami rusak berat. Pesawat diduga jatuh setelah melakukan sebuah manuver dan akrobatik di udara dan gagal kembali ke posisi semula hingga akhirnya terjatuh.

Kecelakaan pesawat di Bandara Tunggul Wulung Cilacap
© 2018 merdeka.com/Istimewa

Pesawat menabrak pesawat latih yang terparkir di apron dan pintu hangar. Pesawat sendiri tengah terbang latihan untuk persiapan wisuda penerbang Flying Scholl Genesha.

Pilot Hanafie sendiri merupakan salah satu penerbang tempur terbaik yang dimiliki oleh TNI AU. Jabatan terakhirnya adalah Paban II/Sismet Ditdok Kodiklatau diJakarta. Pria kelahiran Malang, 23 Juli 1969 ini tercatat sebagai lulusan Sekolah Penerbang Ikatan Dinas Pendek (IDP) TNI AU tahun 1991.

Almarhum meninggalkan seorang istri, Florensia Harienda dan tiga orang anak, Savana Nadira Hanasia (19), Savara Umaira Hanasia (16), Muhammad Ryandra Hanasia (8). 

PILIHAN EDITOR

(RWP) Laporan: Darmadi Sasongko
  1. Peristiwa
  2. Kecelakaan
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA