1. MALANG
  2. KABAR MALANG

Abah Anton sebut pencalonan Pilkada 2018 kota Malang masih belum final

Abah Anton menyebut bahwa masih ada kemungkinan untuk koalisi dari berbagai partai serta munculnya berbagai tokoh lain.

©2017 Merdeka.com Reporter : Rizky Wahyu Permana | Selasa, 31 Oktober 2017 18:33

Merdeka.com, Malang - Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sekaligus Wali Kota Malang, H Mochammad Anton angkat suara terkait pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018. Dilansir dari Antara, Abah Anton menyebut bahwa peta pencalonan masih bisa berubah dan belum final.

Abah Anton menyebut bahwa pihaknya masih menjalin komunikasi dengan banyak pihak. Selain itu dia juga menganggap bahwa pihak lain juga masih belum final dalam menentukan calon wali kota mereka.

"Kami masih terus menjalin komunikasi dengan banyak pihak, termasuk PAN dan Hanura yang telah memutuskan mengusung Ya'qud Ananda Gudban sebagai Bacawali dalam Pilkada mendatang. Saya kira keputusan itu masih belum final," jelas Abah Anton.

Keputusan koalisi antara PAN dan Hanura itu disebut Abah Anton masih bisa berubah. Pasalnya, kedua parpol tersebut masih belum memiliki cukup kursi untuk untuk mengusung calon sendiri tanpa berkoalisi lagi dengan parpol lain, yakni hanya 7 kursi.

Saat ini, abah Anton menyebut bahwa partainya masih terus berkomunikasi secara intens dengan PAN maupun Hanura. Selain itu, PKB juga melakukan komunikasi intensif dengan PDIP.

"Dan, PKB pun juga tetap intensif berkomunikasi dengan parpol lain, termasuk PDIP melalui Lembaga Pemenangan Pilkada (LPP) PKB Kota Malang," ujarnya.

Beberapa pekan terakhir ini, santer beredar kabar bahwa Abah Anton bakal berpasangan dengan calon dari PDIP. Sebagai petahana, Abah Anton disebut bakal berpasangan dengan kader internal PDIP untuk Pilkada 2018 mendatang.

"Pada prinsipnya PKB terus mengikuti dan taat akan kebutuhan demokrasi ke depan. PKB terus membangun kebersamaan dengan partai lain, siapapun dan partai apapun. Kami terbuka," jelasnya.

Salah satu calon lawan Abah Anton adalah koalisi PAN-Hanura yang sudah memutuskan mengusung Ya’qud Ananda Gudban. Terkait hal ini, Abah Anton menanggapinya dengan positif agar dinamika politik Kota Malang tetap berjalan.

"Jangan sampai nanti tidak ada calon lain yang mau memberi kontribusi terbaik untuk Kota Malang. Hanya saja keputusan itu masih belum final dan bisa berubah," tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris DPD PAN Kota Malang Dito Arief mengaku masih terus menjalin komunikasi dengan sejumlah parpol untuk pecalonan di Pilkada 2018 ini. Peluang terbesar untuk menjalin komunikasi dan berkoalisi adalah dengan Gerindra.

"Salah satu elit Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria juga telah berkomunikasi dengan Zulkifli Hasan (Ketua Umum DPP PAN). Gerindra menyambut baik wacana koalisi tersebut," jelas Dito.

PILIHAN EDITOR

(RWP)
  1. Abah Anton
  2. Politik
  3. Kota Malang
  4. Pilwali 2018
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA