1. MALANG
  2. GAYA HIDUP

Aura magis dari pertunjukkan seni budaya dalam Bahana Badhut

©2017 Merdeka.com Reporter : Rizky Wahyu Permana | Sabtu, 09 September 2017 14:52

Bahana Badhut
© 2017 merdeka.com/Rizky Wahyu Permana

Semakin malam, aura magis yang muncul di pelataran Candi Badut semakin meningkat dengan tampilnya Monohero. Trio psychedelic yang menggabungkan antara seni visual dan musik ini berhasil membius penonton semakin memenuhi area Candi Badut tersebut.

Musik elektronik yang dihasilkan dengan intensitas yang terus memuncak hingga klimaks berpadu dengan lengkingan suara vokal yang kadang mengalun lembut atau meninggi seperti suara azan. Visual yang ditampilkan melalui proyektor yang ditembakkan ke bangunan candi juga memperkuat penampilan yang disajikan oleh Monohero pada malam tersebut.

Sekitar pukul 21.30, penampil utama pada malam itu yaitu Filastine & Nova mulai naik ke panggung. Duo lintas negara ini sendiri datang ke Indonesia untuk melakukan tur pada album terbaru mereka Drapetomania.

Bahana Badhut
© 2017 merdeka.com/Rizky Wahyu Permana

 

Malang menjadi tuan rumah dari duo tersebut karena Nova sendiri berasal dari Malang. Dalam penampilannya ini, Filastine & Nova juga melakukan kolaborasi dengan salah satu gitaris legendaris Indonesia, Totok Tewel yang notabene merupakan ayah dari Nova sendiri.

Pada pembukaan penampilan, mereka menampilkan visual yang berisi bagai papan penunjuk penerbangan di bandara yang selanjutnya diikuti masuknya Filastine dan Nova dalam pakaian layaknya pramugari dan pramugara. Selanjutnya dilakukan petunjuk keamanan seperti layaknya di pesawat namun dengan beberapa kata-kata yang diubah untuk menunjukka berbagai kritikan mereka.

Penampilan yang disajikan telah menarik cukup banyak perhatian dari penonton. Bahkan setelah beberapa lagu, para penonton akhirnya bangkit menikmati dan ikut bergoyang di depan panggung kecil tempat tampilnya Filastine & Nova featuring Totok Tewel. Menariknya, Totok Tewel yang selama ini dikenal sebagai dewa gitar juga memainkan alat musik lain seperti terompet pada malam itu.

Penampilan terakhir ini seakan menutup dengan sempurna penampilan magis yang sudah dimulai sejak awal acara dan benar-benar berakhir dengan klimaks. Pertunjukkan ini menajdi bukti masih besarnya ruang kolaborasi antara berbagai seni dan kebudayaan lalu kemudian menampilkannya dalam ruang-ruang sejarah yang sudah dilupakan masyarakat.

PILIHAN EDITOR

(RWP)
  1. Pertunjukkan
  2. Seni
  3. Musik
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA