1. MALANG
  2. GAYA HIDUP

Bahana Badhut, perjumpaan beragam seni budaya di depan candi tertua di Jawa Timur

Perhelatan beragam seni dan budaya ini bakal digelar Jumat (8/9) di pelataran Candi Badut tepat ketika bulan purnama bersinar.

©2016 Merdeka.com Reporter : Rizky Wahyu Permana | Kamis, 07 September 2017 18:54

Merdeka.com, Malang - Sebuah perhelatan seni dan budaya yang memadukan antara masa lalu dan masa kini akan dilaksanakan di pelataran candi tertua di Jawa Timur, Candi Badut. Pagelaran ini bakal melibatkan sejumlah musisi lintar negara dan genre seperti Filastine & Nova featuring Totok Tewel, Arrington de Dionyso (USA), Iksan Skuter, Monohero, Redy Eko Prastyo (Dawai Nusantara), Mystical Bumi Nusantara, Celoteh Sastra, serta masih banyak lagi.

Acara ini sendiri digelar oleh kolektif show-organizer Malang Sub Pop bekerjasama dengan Rumah Opa Foundation, Houtenhandgarten, Legipait, serta berbagai komunitas lokal. Acara yang bertajuk Bahana Badhut ini mengambil lokasi di wawasan Cagar Budaya Candi Badut Malang dan bakal digelar pada Jumat (8/9) besok.

Rangkaian kegiatan Bahana Badhut ini bakal berlangsung sejak sore melalui aktifitas Jelajah Jejak Peradaban Kanjuruhan, Saresehan Budaya bertema Konservasi dan Fungsionalisasi Cagar Budaya di DAS-Metro, dan prosesi pengambilan air sumber (tirthamreta) di Kali Metro. Sesi sore ini bakal melibatkan arkeolog Universitas Negeri Malang, M. Dwi Cahyono, bersama Patembayan Citralekha, Jelajah Jejak Malang, Sahitya Community, Akar Air, A Day To Walk, serta beragam komunitas budaya lainnya.

Pada malam hari, acara bakal diawali dengan prosesi seremonial Mbulan Ndadari ri Badut yang kebetulan bertepatan dengan malam bulan purnama, dilanjutkan pertunjukan musik dari para performer. Pada pertunjukkan ini, berbagai aliran yang dimainkan para musisi tersebut bakal dikolaborasikan dengan budaya lokal seperti Seni Jaranan dari Batu Aji Art Community dan Karinding Ensemble.

Kisah pembangunan Candi Badut ini sendiri juga bakal digambarkan oleh Nova Ruth yang akan melakukan kolaborasi dengan gitaris gaek Indonesia sekaligus ayahnya sendiri, Totok Tewel. Kegiatan Bahana Badhut ini diharap tidak jadi sekedar aktivitas hiburan yang 'menjual' eksotisme semata, melainkan juga sebagai sarana apresiasi seni dan budaya, serta edukasi bagi publik.

Bahana Badhut

Kegiatan Bahana Badhut ini sendiri merupakan kerjasama dari berbagai pihak dan berasal murni dari seniman, komunitas, dan masyarakat. Lebih spesial lagi karena gelaran ini bertepatan dengan jadwal dari sejumlah musisi asal Malang yang baru melepas singel baru seperti Monohero atau bahkan Iksan Skuter yang baru merilis album baru. Kehadiran musisi internasional seperti Filastine & Nova dan Arrinton de Dionyso juga bertepatan dengan jadwal tur Indonesia mereka.

M. Dwi Cahyono berharap bahwa kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut ke depannya. Arkeolog dari UM ini berharap bahwa lebuh banyak kegiatan seni budaya yang melibatkan situs sejarah di wilayah Malang.

“Semoga Bahana Badhut ini menjadi lembar pertama yang bakal membuka kembali lembar-lembar perhelatan seni-budaya di situs candi yang lokasinya terbilang sangat dekat dengan pusat Kota Malang,” harap Dwi .

“Sungguh disayangkan bila situs Candi Badut yang menjadi pertanda awal mula peradaban klasik (masa Hindu-Buddha) di Malang Raya tersebut tidak didayagunakan untuk ajang ekspresi seni-budaya, terutama di kawasan yang kaya akan pelaku ragam cabang seni, baik itu seni tradisi maupun non tradisi,” tandasnya.

PILIHAN EDITOR

(RWP)
  1. Event
  2. Pertunjukkan
  3. Seni
  4. Wisata Budaya
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA