1. MALANG
  2. GAYA HIDUP

Aura magis dari pertunjukkan seni budaya dalam Bahana Badhut

Sejumlah penampil lintar negara dan genre tampil dalam gelaran Bahana Badhut yang memberikan pertunjukkan yang benar-benar berkualitas.

©2016 Merdeka.com Reporter : Rizky Wahyu Permana | Sabtu, 09 September 2017 14:52

Merdeka.com, Malang - Pagelaran Bahana Badhut yang dihelat di pelataran candi tertua di Jawa Timur mengundang ratusan penonton pada Jumat (8/9). Acara yang memadukan antara berbagai seni dari seniman lintas negara dan genre ini disambut secara hangat oleh masyarakat penikmat seni dan budaya yang hadir malam itu.

Berbagai seni mulai dari musik, tari, serta visual ditampilkan dengan memanfaatkan ruang yang ada di pelataran Candi badut. Berbagai penampil seperti Filastine & Nova featuring Totok Tewel, Arrington de Dionyso (AS), Iksan Skuter, Monohero, Redy Eko Prastyo (Dawai Nusantara), Mystical Bumi Nusantara, Celoteh Sastra, Seni Jaranan dari Batu Aji Art Community dan Karinding Ensemble mampu menyihir penonton yang hadir pada malam itu.

Acara yang digelar oleh kolektif show-organizer Malang Sub Pop bekerjasama dengan Rumah Opa Foundation, Houtenhandgarten, Legipait, serta berbagai komunitas lokal ini cukup menarik karena mampu membawa pertunjukkan musik modern pada ruang-ruang sejarah yang tradisional. Terdapat musik elektronik seperti yang dimainkan oleh Filastine & Nova serta Monohero hingga Seni Jaranan Batu Aji Art Community dan Karinding Ensemble.

Bahana Badhut
© 2017 merdeka.com/Rizky Wahyu Permana

Dibuka oleh sebuah penceritaan kembali yang memikat mengenai lahir dan besarnya kerajaan Kanjuruhan yang menghasilkan Candi Badut hingga keruntuhannya. Penampilan tersebut menampilkan nuansa magis yang menyihir dan mendapat respons cukup hangat dari penonton.

Penampilan selanjutnya adalah solois asal Malang, Iksan Skuter yang tampil tepat di muka pintu Candi Badut. Iksan tampil dalam gaya khasnya yang memainkan musik folk dengan lirik yang bercerita tentang kegelisahan yang dialaminya baik dalam hal yang sangat dekat seperti hubungan antara anak dan bapak maupun kegelisahannya mengenai kota Malang.

Bahana Badhut
© 2017 merdeka.com/Rizky Wahyu Permana

Tampil seorang diri sambil memainkan gitarnya, Iksan mampu membuat penonton menjadi senyap dalam menikmati musiknya serta nuansa magis yang hadir di Candi Badut. Usai penampilan dari iksan Skuter, acara kemudian dilanjutkan dengan orasi budaya mengenai Candi Badut dari arkeolog, M. Dwi Cahyono. Dalam orasinya, Dwi membangkitkan kembali ingatan semua orang mengenai sejarah dari candi tertua di Jawa Timur tersebut.

Kolaborasi antara musisi asal Amerika Serikat Arrington de Dionyso bersama Redy Eko Prastyo dan Seni Jaranan dari Batu Aji Art Community merupakan salah satu pertunjukkan yang cukup menarik di malam itu. Diawali oleh musik yang rancak, kolaborasi tersebut menampilkan Seni Jaranan dalam pertunjukkan yang cukup memikat.

Hal yang menarik adalah bergabungnya Arringto De Dionyso bersama para penari dalam pertunjukkan tersebut. Suara saksofon yang dihasilkan oleh Arrington merupakan hal yang paling menarik karena menyerupai ringkikan kuda.

Bahana Badhut
© 2017 merdeka.com/Rizky Wahyu Permana

(RWP)
  1. Pertunjukkan
  2. Seni
  3. Musik
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA