1. MALANG
  2. KABAR MALANG

Lulusan kampus di Malang enggan cari kerja di kampung halaman

Dinas Tenaga Kerja, sudah menjalin komunikasi dengan berbagai lembaga untuk membuka akses bagi para penyedia kerja di Kota Malang.

Sutiaji saat Job Market Fair Umum 2017 di Unmer. ©2017 Merdeka.com Editor : Siti Rutmawati | Contributor : Darmadi Sasongko | Kamis, 03 Agustus 2017 12:23

Merdeka.com, Malang - Pengangguran merupakan permasalahan sosial yang dihadapi banyak daerah di Indonesia, apalagi Kota Malang yang menjadi jujukan ratusan ribu mahasiswa baru setiap tahun. Mereka berpeluang menambah angka pengangguran semakin besar.

Wakil Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan, dibutuhkan kerjasama dengan berbagai kalangan untuk menjawab persoalan pengangguran. Salah satunya dengan kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah Kota Malang yang dinilai efektif dalam menyelesaikan masalah tersebut.

"Karena itu kolaborasi antara Pemkot Malang dengan perguruan tinggi terkait dengan menyerap tenaga kerja ini sangat penting dilakukan," kata Sutiaji di Job Market Fair Umum 2017 di Balai Merdeka Universitas Merdeka Malang, Kamis (2/8).

Malang sebagai Kota Pendidikan memiliki keunikan tersendiri, karena rata-rata mahasiswa yang menimba ilmu di kota ini, enggan pulang mencari kerja ke daerahnya. Mereka ikut mengadu keberuntungan di Kota Malang. Kondisi tersebut bisa diatasi selama ada sinergitas yang baik antara pemerintah, perguruan tinggi dan perusahaan pencari kerja.

"Salah satu landasan dalam bernegara adalah UUD 1945, aturan perundangan dan Pancasila di mana jika ditarik sebuah kesimpulan, tugas negara termasuk pemerintah daerah adalah menjamin kelangsungan hidup warganya termasuk memberikan informasi terkait akses ke dunia kerja seperti dalam acara job fair pada hari ini," bebernya.

Sutiaji saat Job Market Fair Umum 2017 di Unmer
© 2017 merdeka.com/Humas Pemkot Malang

 

Sementara Rektor Universitas Merdeka Malang, Anwar Sanusi mengatakan, berdasarkan data tahun 2017, jumlah pengangguran di Indonesia sekitar 7 juta orang. Sedangkan di Jawa Timur, jumlah pengangguran 825 ribu orang dan khusus Kota Malang angka pengangguran terbuka mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.

"Kota Malang ini memang bisa dikatakan unik, karena tidak seperti Yogjakarta dan Surabaya. Para mahasiswa yang sudah lulus kuliah tidak pulang ke daerahnya, melainkan mencari pekerjaan di sini. Sehingga angka pengangguran terbuka bisa disebabkan oleh hal itu," katanya.

Karena itu, pihak perguruan tinggi berharap dengan job fair membuka peluang kerja bagi para lulusan perguruan tinggi serta masyarakat untuk bisa mendapatkan pekerjaan. Sehingga mengurangi angka pengangguran.

"Pengangguran lebih banyak disebabkan karena kurang atau minimnya informasi terkait peluang kerja, sehingga job fair ini sangat efektif," tandasnya.

Dinas Tenaga Kerja bekerjasama dengan Universitas Merdeka Malang meggelar Job Fair 2017. Job Fair berlangsung selama 3 hari di Universitas Merdeka Malang, dengan diikuti penyedia lapangan kerja dari berbagai daerah di Indonesia. Sekitar 300 lowongan kerja dari segala sektor termasuk perbankan, perdagangan, industri hingga pertanian ditawarkan kepada pencari kerja pada agenda kali ini.

"Job fair ini harapannya bisa merekrut alumnus universitas, masyarakat, maupun bursa kerja khusus yang mencari pekerjaan," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Malang, Yudhi K Ismawardi.

Dinas Tenaga Kerja, kata Yudhi, sudah menjalin komunikasi dengan berbagai lembaga untuk membuka akses bagi para penyedia kerja di Kota Malang. Informasi tersebut harus ditangkap untuk sekaligus mengurangi angka pengangguran.

"Contohnya adalah di Balikpapan akan dibuka 8 perusahaan kilang minyak baru dan membutuhkan sekitar 3 ribu tenaga kerja dan hal itu sudah disampaikan kepada kami sehingga hal ini adalah peluang yang harus ditangkap untuk mengurangi jumlah pengangguran," ujar Yudhi.

PILIHAN EDITOR

(SR) Laporan: Darmadi Sasongko
  1. Sosial
  2. Mahasiswa
  3. Sutiaji
  4. Ekonomi
  5. Kota Malang
  6. Pemkot Malang
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA