1. MALANG
  2. KOMUNITAS

Berbagi pakaian layak pakai selagi pagi hari masih berjalan

Gerakan Selagi Pagi mencoba mengumpulkan pakaian layak pakai kepada orang yang membutuhkan.

©2018 Merdeka.com Reporter : Rizky Wahyu Permana | Senin, 11 Juni 2018 14:02

Merdeka.com, Malang - Berawal dari keprihatinan dan rasa bersalah yang dirasakan oleh Nanang Syaiful Rohman (28) ketika pulang kampung ke Trenggalek dan berbincang dengan seorang tukang becak ketika menunggu bus di Terminal Tulungagung. Dari perbincangan di pertemuan tersebut dia menyadari bahwa pendapatan dari seorang tukang becak sangat sedikit dan dia berpikir cara apa yang harus dilakukan untuk membantu mereka.

"Waktu itu saya berpikir dan kebetulan ternyata di rumah masih banyak baju yang dikumpulkan untuk membantu bencana di Pacitan waktu itu," jelas Nanang.

"Setelah itu lalu muncul ide karena adanya pakaian layak pakai yang bisa diberikan dan dikemas dalam paket yang benar-benar layak dan baru," sambungnya.

Nanang kemudian membicarakan dan menggodok ide ini dengan seorang kawannya dan sejak 12 April lahirlah gerakan yang diberinya nama Selagi Pagi ini. Nama Selagi Pagi sendiri merupakan singkatan dari "Semua yang Layak Dibagi Bisa Dipakai Lagi".

Nama Selagi Pagi sendiri juga disebutnya mengandung nilai filosofis mengenai gerakan mereka.

"Ya kan jadi maksudnya Selagi Pagi itu seperti mumpung kita masih hidup, mumpung kita masih bisa jadi ayo dilakukan," paparnya.

Mengenai ide pemberian baju layak pakai ini, Nanang menyebutnya merupakan cara mengatasi masalah bagi pemberi dan orang yang diberi. Dia juga menyebut bahwa cara ini cukup tepat dan mudah untuk dilakukan semua orang.

"Dengan berbagi baju layak pakai ini kan bisa menyelesaikan dua masalah. Bagi pemberi kan bisa mengurangi baju layak pakai yang menupuk di lemari, sedangkan bagi orang yang diberi kan bisa membantu mereka yang memang tidak mampu membeli baju baru," jelas Nanang.

Saat ini Selagi Pagi sendiri memiliki sejumlah anggota yang biasa disebut Ranger Pagi yang berkeliling dan membagikan baju yang mereka dapat. Dalam membagikan baju ini, Ranger Pagi diminta untuk berkeliling dan memberikannya pada orang-orang tua yang tampak masih bekerja di usia senja.

"Jadi kami membagikannya langsung dan menggunakan mata dan hati Ranger untuk memberikannya. Penilaian ini penting untuk melihat apakah seseorang memang tampak pantas untuk kami berikan," tutur Nanang.

"Selain itu kami tidak memberikan langsung tapi akan menanyai orang tersebut terlebih dahulu apakah dia mau atau tidak diberi baju," sambungnya.

Setiap baju yang mereka peroleh, akan disortir langsung oleh para anggota Selagi Pagi. Selain itu mereka juga akan menanyakan apakah baju itu cukup bersih atau tidak untuk langsung diberikan. Jika memang tidak cukup bersih maka baju tersebut akan dicuci terlebih dahulu.

Dalam satu paket baju yang diberikan Selagi Pagi terdapat satu paket baju untuk keluarga. Satu paket biasanya mencakup 7-8 potong dan termasuk baju pria, wanita, serta anak-anak selain itu juga terdapat amplop berisi uang yang disertakan dalam paket.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Selagi Pagi, bisa cek langsung ke akun instagram mereka di @selagi_pagi. Sedangkan untuk bertanya dan memberikan donasi bisa menghubungi langsung ke 082282282344 atau email ke selagipagi@gmail.com.

PILIHAN EDITOR

(RWP)
  1. Info Kota
  2. Komunitas
  3. Sosial
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA