1. MALANG
  2. GAYA HIDUP

Bikin probiotik unggas, mahasiswa UB raih Silver Medal di ajang international

Tiga mahasiswa UB sabet 'Silver Medal' di ajang 'Seoul International Invention Fair (SIIF)' lewat penemuan probiotik pengganti antibiotik unggas.

Tiga mahasiswa UB penemu probiotik unggas ProLAB. ©2017 Merdeka.com Reporter : Siti Rutmawati | Rabu, 20 Desember 2017 19:01

Merdeka.com, Malang - Tiga mahasiswa Universitas Brawijaya berhasil menyabet "Silver Medal" di ajang "Seoul International Invention Fair (SIIF)" di COEX Convention Center Korea Selatan yang digelar pada 30 November hingga 3 Desember 2017. Mereka berhasil menyabet penghargaan itu lewat sebuah penemuan yang dinamakan ProLAB. Yakni, probiotik pengganti antibiotik untuk unggas, serta mampu meningkatkan produksi daging serta telur hingga 11 persen.

Dilansir Antara, salah seorang penemu ProLAB, Mokhammad Fahmi Rizky Syaban menerangkan, pembuatan ProLAB ini dilatarbelakangi maraknya penambahan Antibiotic Growth Promotor (AGP) pada industri unggas. Penggunaan AGP berlebihan dapat meningkatkan resistensi mikroba, mutan bahkan zoonosis.

"Dalam proses bekerjanya AGP justru mengurangi jumlah bakteri di dalam usus unggas, baik yang bersifat patogen maupun nonpatogen," jelas Rizki, Selasa (19/12).

Berbeda dengan AGP, lanjut Rizki, penggunaan ProLAB justru bisa meningkatkan pertumbuhan bakteri nonpatogen dan mengurangi jumlah bakteri patogen. Selain bermanfaat untuk kesehatan pencernaan, ProLAB juga bertugas untuk memperbaiki kinerja mikroflora atau mikroba yang ada di saluran usus.

ProLAB sendiri dibuat dari tepung probiotik yang berasal dari mikroorganisme/mikroba, dan dipadatkan dalam bentuk mikro kapsul. Dalam proses pemadatannya menggunakan mesin mikrowave agar bakteri yang terkandung di dalam ProLAB terinkubasi dan tidak mati.

Mahasiswa Fakultas Kedokteran angkatan 2015 itu menjelaskan, ProLAB yang sudah dibentuk menjadi mikrokapsul, dicampur dalam pakan ternak dengan persentase kurang dari satu persen. Sehingga, proses penyerapan makanan di dalam usus unggas menjadi lebih baik.

Selain Mokhammad Fahmi Rizky Syaban, dua penemu probiotik pengganti antibiotik pada unggas tersebut adalah Ilham Ardiansyah (Fapet 2014), dan Rizhaf Setyo Hartono (FMIPA 2016).

Sementara itu, Wakil Dekan III Fakultas Peternakan UB Dr Osfar Sjofjan mengaku, prestasi tersebut sebagai upaya meningkatkan daya saing mahasiswa. Pihaknya terus mendorong mahasiswa untuk menciptakan inovasi-inovasi baru yang bisa diimplementasikan untuk masyarakat luas.

"Daya saing ini bisa melalui program penalaran dan keilmiahan, dimana mahasiswa dapat memberikan sebuah gagasan, ide, atau inovasi baik di level nasional maupun internasional. Oleh karena itu, kami terus mendorong mahasiswa untuk menciptakan inovasi-inovasi baru yang bisa diimplementasikan untuk masyarakat luas," ujarnya.

SIIF merupakan ajang yang diselenggarakan oleh Korean Invention Promotion Association (KIPA). Ajang ini mempertemukan inovator dan peneliti dari seluruh penjuru dunia untuk untuk mempublikasikan produk temuan unggulan, memperluas distribusi produk yang dipatenkan dan mempromosikan transfer teknologi.

PILIHAN EDITOR

(SR)
  1. Universitas Brawijaya
  2. Mahasiswa
  3. Penelitian
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA