1. MALANG
  2. KABAR MALANG

Kritik pemimpin, Djoko Santoso sebut jangan ada istilah tidak impor tak makan

"Para pemimpin harus mencerdaskan rakyatnya, jangan sampai ada istilah kalau tidak impor tidak makan."

©2018 Merdeka.com Editor : Rizky Wahyu Permana | Contributor : Darmadi Sasongko | Kamis, 25 Oktober 2018 16:31

Merdeka.com, Malang - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Sandiaga S Uno, Djoko Santoso hadir dalam deklarasi dan dukungan Purnawirawan TNI dan Warakawuri wilayah Malang Raya. Djoko datang disambut massa yang memenuhi gedung dan halaman Griya Bina Lawang, Kabupaten Malang.

Acara yang dikemas dalam Silaturahmi TNI dan Warakawuri wilayah Malang Raya itu, didahului dengan penandatanganan deklarasi dan dukungan yang diwakili oleh purnawirawan masing-masing matra. Selain itu massa juga membentangkan spanduk bertuliskan, 'Siap Memenangkan Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Dalam Pilpres 2019 sebagai Presiden dan Wakil Presiden'.

Djoko dalam sambutannya mengajak massa untuk menyanyikan lagu Ibu Pertiwi karya Ismail Marzuki. Lagu itu disebutnya sebagai penggambaran kondisi bangsa saat ini.

Kondisi itu terjadi, disebutnya karena para pemimpin salah dalam mengurus bangsanya. Djoko pun mengingatkan para pemimpin bangsa mempunyai tugas konstitusi mencerdaskan rakyat, dan tidak gampang membodohi rakyatnya.

"Para pemimpin harus mencerdaskan rakyatnya, jangan sampai ada istilah kalau tidak impor tidak makan. Itu tidak ngapusi tapi menyembunyikan kebenaran. Itu tidak mendidik rakyat," katanya, Selasa (23/10).

Djoko pun mengingatkan bahwa seorang tentara (TNI) sejatinya tidak pernah mengenal kata pensiun. Pensiun hanya administrasi, tetapi semangat menjaga kedaulatan NKRI harus tetap melekat.

"Tentara itu tidak pernah pensiun. Pensiun itu hanya administrasi. Tugas pokok tentara itu tetap menjaga tegaknya kedaulatan negara, menjaga keutuhan wilayah dan keselamatan bangsa. Jadi saya lihat, suasana kebatinannya, kejiwaannya dan semangatnya betul-betul mengharukan," terangnya.

"Demikian juga ibu-ibu Warakawuri, saya lihat suasana kebatinannya sangat bersemangat, karena sesungguhnya potret itu yang sangat merasakan ibu-ibu. Harga-harga naik, susah, jadi memang kita harus bagaimana mencerdaskan kehidupan bangsa ini," sambungnya.

PILIHAN EDITOR

(RWP) Laporan: Darmadi Sasongko
  1. Peristiwa
  2. Politik
  3. Pilpres 2019
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA