1. MALANG
  2. KABAR MALANG

Cuaca ekstrem, harga ikan tuna di kabupaten Malang melonjak naik

Nelayan enggan melaut lantaran gelombang tinggi berakibat pada harga ikan tuna segar di TPI Sendangbiru naik drastis beberapa pekan terakhir.

Pasar Ikan. ©2016 Merdeka.com Reporter : Siti Rutmawati | Senin, 04 Desember 2017 15:41

Merdeka.com, Malang - Gelombang laut tinggi membuat nelayan di kabupaten Malang enggan melaut. Akibatnya, harga ikan tuna segar di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sendangbiru naik drastis sejak beberapa pekan terakhir. Harga ikan yang semula berkisar antara Rp 17 ribu - Rp 19 ribu per kilogram, meningkat drastis menjadi Rp 28 ribu - Rp 30 ribu per kilogram.

Dilansir Antara, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Malang, Endang Retnowati menuturkan, penurunan tangkapan ikan hingga 15 sampai 18 persen itu disebabkan tingginya gelombang laut yang mencapai 3-6 meter. Cuaca ekstrem ini dipengaruhi siklon tropis cempaka, sehingga nelayan di wilayah selatan tidak berani melaut. Penurunan ikan tangkap laut ini diperkirakan akan berlangsung sampai pertengahan Januari 2018.

"Kenaikan harga ikan tuna segar ini sebagai dampak dari pengaruh gelombang laut yang cukup tinggi," ujarnya, Sabtu (2/12).

Informasi BMKG menyebutkan, siklon tropis Cempaka berdampak pada terjadinya hujan lebat disertai angin yang akan terjadi di hampir seluruh wilayah pesisir Jawa, mulai Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta. Kecepatan angin disertai hujan dari siklon tropis Cempaka, bisa mencapai kecepatan 30 knot.

Endang menilai, kondisi inilah yang berdampak pada penurunan produksi ikan tangkap laut. Termasuk ikan tuna yang selama ini menjadi "primadona" bagi pengunjung TPI Sendangbiru hingga konsumen manca negara, seperti Jepang. Pasalnya, ikan tuna yang dihasilkan pesisir laut selatan Malang memiliki kandungan protein sangat tinggi.

Selama ini, aku Endang, hasil tangkapan ikan tuna di kabupaten Malang menjadi komoditas unggulan dan primadona. Bahkan, sudah memasuki pangsa ekspor ke sejumlah negara, meski volumenya masih sangat kecil. Hingga Triwulan III 2017, hasil tangkapan (produksi) ikan ikan tuna mencapai 1.354,12 ton, dengan rincian 376 ton ikan tuna besar dan 978 ton baby tuna.

"Tahun ini memang agak sedikit menurun produktivitasnya (hasil tangkapan) karena cuaca hujan dan ombak cukup tinggi, sehingga nelayan tidak melaut. Namun, kami optimistis produksi tangkap ikan tuna tahun ini akan lebih baik dari tahun lalu, paling tidak meningkat sekitar 5 persen," jelasnya.

Produksi (hasil tangkap) ikan secara keseluruhan pada 2016 mencapai 11.500 ton dari sekitar 11 ribu nelayan yang ada di wilayah Kabupaten Malang. Sementara potensi berbagai jenis ikan laut di pesisir pantai selatan Malang lebih dari 400 ribu ton per tahun.

Selain tuna yang menjadi primadona, ada beberapa jenis ikan yang juga cukup mudah dijumpai di laut selatan Malang, yakni cakalang, kerapu, kakap merah, tenggiri, udang, dorang, serta teri.

PILIHAN EDITOR

(SR)
  1. Kabupaten Malang
  2. Ekonomi
  3. Pemkab Malang
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA