1. MALANG
  2. KABAR MALANG

Bentrok di Jember, Gus Ipul minta PSHT dan Bonek islah

Sayangkan insiden bentrokan antara Bonek dan PSHT di Jember, Gus Ipul meminta kedua belah pihak berdamai.

Wakil GUbernur Jatim, Syaifullah Yusuf. ©2016 Merdeka.com Editor : Siti Rutmawati | Contributor : Darmadi Sasongko | Jum'at, 06 Oktober 2017 16:56

Merdeka.com, Malang - Wakil Gubernur Jawa Timur, Syaifullah Yusuf menyayangkan insiden bentrokan antara suporter Persebaya Surabaya (bonek) dan perguruan silat Persaudaraan Setia Hari Teratai (PSHT) di Jember. Gus Ipul sapaan akrabnya, meminta agar kedua belah pihak berdamai.

"Kita ingin cara damai lah, kan di Surabaya sudah damai. Kok jadi meluas, saya prihatin sekali. Kita minta kesediaan keduanya untuk islah, berdamai," kata Gus Ipul di Malang, Jumat (6/10).

Polisi sudah menetapkan dua orang sebagai tersangka. Menurutnya, proses hukum harus tetap dijalankan. "Kita serahkan ke polisi. Kita meminta polisi bisa melakukan penegakan hukum. Kita prihatin, masih saja cara-cara kurang baik ini dilakukan," tegasnya.

Bentrok terjadi antara Bonek dan PSHT di Jember, Rabu (4/10). Kejadian berlangsung setelah pertandingan Persebaya VI Persigo Semeru FC Lumajang di Stadion Jember Sport Garden, Jember.

Suporter Persebaya asal Sidoarjo dan Surabaya yang mobil berplat L diserang oleh massa yang diduga kelompok PSHT. Sejumlah Bonek mengalami luka dan diamankan di Mapolsek Ambulu.

Sementara itu, penyerangan bonek juga terjadi di depan Puskesmas Balung Lor dan Jalan Raya Rowotamtu, Kecamatan Rambipuji. Sejumlah korban mengalami luka-luka akibat kejadian tersebut.

Bentrokan dan penyerangan diduga terkait tewasnya dua orang anggota PSHT dalam bentrokan sebelumnya di Surabaya, 30 September.

PILIHAN EDITOR

(SR) Laporan: Darmadi Sasongko
  1. Saifullah Yusuf
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA