1. MALANG
  2. KABAR MALANG

9 Pria ditangkap di pemandian air hangat Kota Batu kerap pesta gay

9 Pria gay diamankan petugas di pemandian air hangat, Kota Batu. Mereka diduga kerap melakukan aktivitas pornografi dan prostitusi di tempat itu.

Ilustrasi LGBT. ©2017 Merdeka.com Editor : Siti Rutmawati | Contributor : Darmadi Sasongko | Senin, 31 Juli 2017 12:17

Merdeka.com, Malang - Sembilan pria yang diamankan dari pemandian air hangat Songgoriti, Kota Batu, terkait aktivitas kaum lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) yang ramai menjadi pembicaraan di media sosial. Kelompok grup facebook yang menamakan Ikatan Gay Kota Batu (Igaba) disebut-sebut kerap melakukan aktivitas pornografi dan prostitusi di tempat tersebut.

Kepolres Batu AKBP Budi Hermanto mengatakan, laporan masyarakat dan viral dari media sosial tersebut selanjutnya dijawab dengan melakukan pengintaian di lokasi. Kemudian Minggu (30/7) dini hari diamankan 9 orang pria, berikut dua orang penjaga di tempat pemandian tersebut untuk dimintai keterangan.

"Sembilan orang tersebut diduga kaum yang menyatakan dirinya sebagai gay," kata Budi Hermanto di Mapolres Batu, Minggu (30/7).

Budi mengatakan, kelompok tersebut kerap mengadakan aktivitas setiap malam Minggu dengan melibatkan banyak orang, termasuk dari luar Malang Raya. Mereka memanfaatkan media sosial yang digunakan sebagai sarana komunikasi.

Setelah dilakukan penyelidikan selama tiga hari, didapatkan bahan keterangan dan dilakukan pengintaian. Saat diamankan kesembilan pria tersebut sedang mandi telanjang bulat di pemandian dalam ruang yang tersekat-sekat.

"Hasil proses penyelidikan, barang bukti yang ditemukan adalah media sosial sebagai sarana yang digunakan komunikasi," katanya.

Hasil pemeriksaan terhadap handphone 9 pria tersebut menunjukkan barang bukti aktivitas mereka. Koleksi gambar tersebut salah satunya menunjukkan adegan berciuman sesama jenis.

Sembilan orang yang diamankan di antaranya berinisial BD (37), RO (26), IA (38), PS (27), RAS (25), YHA (25), RI (42), WH (37) SC (51) serta dua orang penjaga AP (49) dan ATP (23).

"Langkah tersebut sebagai respon menjawab pertanyaan publik tentang adanya aktivitas kaum gay di wilayah Kota Batu," katanya.

Pihaknya bertugas untuk menciptakan kondisi aman, serta tidak ingin menciptakan brand atau image Kota Batu negatif. Karena itu, tidak segan untuk menindak tegas jika terbukti melakukan perbuatan pornografi dan prostitusi.

PILIHAN EDITOR

(SR) Laporan: Darmadi Sasongko
  1. Peristiwa
  2. Kota Wisata Batu
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA