1. MALANG
  2. GAYA HIDUP

Membunuh sepi di hari Natal ketika jauh dari keluarga

Begini cara beberapa orang untuk merasakan damainya Natal walau jauh dari keluarga dan kampung halaman.

Ilustrasi Natal © pexels.com/pexels.com. ©2016 Merdeka.com Reporter : Rizky Wahyu Permana | Senin, 25 Desember 2017 07:51

Merdeka.com, Malang - Merayakan Natal jauh dari keluarga dan kampung halaman sesungguhnya bukanlah hal yang menyenangkan untuk dilakukan. Namun bagi beberapa orang, mereka terpaksa melakukan hal tersebut karena berbagai kondisi.

Waktu liburan yang terlalu sempit serta biaya yang cukup mahal untuk pulang ke kampung halaman memaksa mereka untuk merayakan hari Natal di tanah rantau. Namun ternyata merayakan Natal di anah rantau sesungguhnya bukan hal yang terlalu menyedihkan untuk dilakukan.

Keadaan merayakan Natal di tanah rantau ini membuat beberapa orang harus melewatkan kebiasaan yang dilakukan tiap tahun dan menyesuaikan diri. Margaretha Hago mahasiswa IKIP Budi Utomo lain asal Ngada, Nusa Tenggara Timur menyebut cara yang dilakukannya untuk merayakan Natal di Malang.

"Biasanya saya bergabung dengan organisasi dan teman-teman dari berbagai pulau untuk merayakan Natal," jelasnya.

Lebih jauh, perayaan Natal ini bahkan tidak hanya dirayakannya bersama dengan para teman seiman saja.

"Biasanya merayakan Natal baik dengan yang seiman maupun yang tidak seiman, karena ingin merayakan natal bersama," ungkap Margaretha.

Berkumpul bersama teman memang merupakan cara merayakan Natal yang lazim dilakukan ketika berada di tanah rantau. Hal ini juga dilakukan oleh Ficha Kusnani, mahasiswa di IKIP Budi Utomo Malang yang berasal dari Bengkayang, Kalimantan Barat.

Dia mengungkapkan cara yang dilakukannya untuk merayakan Natal ketika tidak pulang kampung.

"Dengan cara kumpul bareng sama teman-teman supaya tidak merasa sedih," jelasnya.

Cara merayakan Natal bersama teman ini secara lebih rinci diungkapkan oleh Natanael Sepaya, seorang editor media online yang berasal dari Cimahi. Krena tidak pulang kampung, dia merayakan Natal di Malang bersama teman di rumah kontrakannya.

"Biasanya beli pohon natal dan hiasan sendiri, ke gereja bersama teman-teman kontrakan lalu kemudian makan bareng bersama anak kontrakan," jelasnya.

Secara lebih khusus, dia menyebut juga biasa memutar lagu Natal untuk memperingati hari yang syahdu tersebut. Hanya saja pilihan lagunya juga cukup unik.

"Saya biasanya merayakan Natal dengan memutar lagu Weezer," ungkapnya.

Walau memiliki cara sendiri untuk merayakan Natal, namun pria yang akrab disapa Natan ini mengatakan juga selalu menyempatkan untuk menelpon keluarga di rumah ketika hari Natal tiba.

"Telpon rumah pasti tapi ya, tapi tidak terlalu lama karena takut menganggu kegiatan di sana," tandasnya.

PILIHAN EDITOR

(RWP)
  1. Malang dalam Cerita
  2. Natal 2017
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA