1. MALANG
  2. GAYA HIDUP

Festival Dawai Nusantara#4 kembali meriahkan Kota Malang

Berbeda dari gelaran-gelaran sebelunya penyelenggaraan FDN#4 ini lebih besar dan digelar di tempat terbuka.

©2018 Merdeka.com Reporter : Rizky Wahyu Permana | Senin, 30 Juli 2018 10:30

Merdeka.com, Malang - Untuk keempat kalinya, Festival Dawai Nusantara (FDN) kembali digelar di Kota Malang. Berbeda dari gelaran-gelaran sebelunya penyelenggaraan FDN#4 ini lebih besar dan digelar di tempat terbuka tepatnya di area Simpang Balapan Kota Malang. Festival ini juga dilengkapi bazar yang membuat gelarannya semakin riuh.

Acara yang diselenggarakan pada Sabtu (28/7) malam ini turut dihadiri dan dibuka oleh Wali Kota Malang (Plt) Sutiaji. Selain itu juga turut dihadiri oleh sejumlah stakeholder di wilayah Malang Raya.

Acara dibuka oleh penampilan Malang Musik Bersatu (MMB) sebelum kemudian terdapat beberapa sambutan tentang pelaksanaan FDN#4 tersebut.

Dalam sambutannya, Redy Eko Prastyo selaku inisiator dari FDN ini menyampaikan rasa syukurnya atas pelaksanaan acara tersebut. Gelaran keempat ini merupakan tahun kedua kerjasama yang dilakukannya dengan Pemkot Malang dalam mewujudkan acara tersebut.

Dia juga menyebut bahwa festival dawai ini merupakan pertama dan satu-satunya di Indonesia. uniknya, Malang sendiri tidak punya instrumen dawai yang khas namun mampu menyelenggarakan dan menginisiasi acara tersebut.

"Saya berharap bahwa dari festival dawai ini bisa berkembang ide yang beresonansi tidak hanya di Nusantara tapi juga di dunia Internasional," harap Redy.

Wali Kota Malang (Plt) Sutiaji sendiri mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap kegiatan ini bisa menumbuhkan kebanggaan terhadap hal yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia.

"Kita warga Indonesia kaya akan budaya dan kaya akan kreatifitas. insyaAllah ruh seni akan bisa menjiwai kita semua dan anak bangsa Indonesia akan bangga menjadi anak Indonesia," jelas Sutiaji.

Festival Dawai Nusantara #4
© 2018 merdeka.com/Rizky Wahyu Permana

Acara kemudian dibuka oleh Sutiaji yang secara simbolis memetik Sasando, alat musik dawai asal Nusa Tenggara Timur.

FDN#4 sendiri menampilkan 12 penyaji yaitu MMB (bagus n Friend), Debu Nusantara (USA), Gregorius Argo (Yogyakarta/Bengkayang), Aziz n Friends (Malang), The Ubudians (Bali), Nusa Tuak (NTT), Joko Porong (Sidoarjo), Ali Gardy (Situbondo), Suarasama (Medan), Narewsara (Purwokerto), dan Dodi Ide (Shockwave).

Grup musik Debu Nusantara menjadi penampil selanjutnya pada kegiatan ini. Membawakan musik gambus yang berisi puji-pujian terhadap keagungan Tuhan, Debu Nusantara juga turut didampingi kelompok tarian Gubug Sufi dari Malang.

Kolaborasi antara Debu Nusantara bersama Gubug Sufi sendiri bukan yang pertama. Pada Festival Dawai Nusantara kedua dan ketiga, mereka juga telah berkolaborasi bersama.

Festival Dawai Nusantara #4
© 2018 merdeka.com/Rizky Wahyu Permana

Selanjutnya tampil Gregorius Argo yang memainkan alat musik Sapek khas Kalimanta. Argo tampil sendiri dan menghadirkan nuansa tenang serta riang dari bebunyian khas Sapek.

Semakin malam, penampilan di FDN#4 juga semakin riuh dan menarik dengan berbagai variasi bebunyian khas Nusantara maupun dari mancanegara. Selain acara musik, giat tahun ini juga menampilkan pameran dari lima sub sektor ekonomi kreatif yaitu musik, kriya, fotografi, fashion, dan kuliner.

PILIHAN EDITOR

 

(RWP)
  1. Event
  2. Seni
  3. Musik
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA