1. MALANG
  2. AREMANIA

Setahun meninggalnya Achmad Kurniawan, Begal ingat kenangan indah bersama

Setahun setelah kepergian Achmad Kurniawan, kenangan tentang sosok tersebut masih melekat pada pelatih kiper Arema FC, Yanuar 'Begal' Hermansyah.

©2016 Merdeka.com Reporter : Rizky Wahyu Permana | Sabtu, 13 Januari 2018 18:24

Merdeka.com, Malang - Setahun setelah kepergian Achmad Kurniawan, kenangan tentang sosok tersebut masih melekat pada pelatih kiper Arema FC, Yanuar 'Begal' Hermansyah. Dilansir dari Bola.net, Begal menilai bahwa almarhum sebagai sosok yang tak tergantikan.

"Ia merupakan sosok yang tak tergantikan. Ia adalah sosok legenda. Tak hanya bagi Arema, tapi juga bagi sepakbola Indonesia," ujar Begal.

Begal menilai bahwa sebagai pemain, AK merupakan sosok penjaga gawang yang mumpuni. Pemain yang meninggal di usia 37 ini dianggap memiliki kelebihan dalam membaca permainan.

"Pengalamannya membuat AK jitu dalam mengambil keputusan. Bahkan, Kurnia Meiga (penjaga gawang Arema FC dan Timnas Indonesia, yang juga adik almarhum, red) juga mengakui bahwa almarhum lebih apik dalam mengambil keputusan," tuturnya.

Selain itu, Begal juga menilai AK sebagai sosok dengan profesionalisme di atas rata-rata. Menyadari secara usia dan postur tubuh kurang ideal, almarhum tak pernah mengeluh dengan porsi latihan yang diberikan.

"Ia selalu dengan senang hati dan motivasi tinggi menjalani porsi latihan yang ada," kenangnya.

Selain itu, Begal juga membeber kenangan yang paling berkesan dengan almarhum. Menurutnya, momen ini terjadi ketika pertama kali almarhum bermain pada ajang ISC A 2016 lalu, kontra Persiba Balikpapan.

"Waktu itu, saya kena hukuman tak bisa mendampingi tim dalam pertandingan. Namun, almarhum yang waktu itu pertama kali turun mengatakan bahwa saya tak perlu khawatir. 'Jangan khawatir, Pak. Saya akan jaga nama baik Pak Begal.' Ternyata, waktu itu ia benar-benar tampil bagus dan melakukan sejumlah penyelamatan gemilang. Pertandingan itu sendiri berakhir imbang tanpa gol," kenang Begal.

"Usai pertandingan, saya langsung hampiri dan memeluknya. Ia hanya tersenyum dan berkata, "Apa saya bilang? Aman kan?' Inilah yang paling berkesan bagi saya," sambungnya.

ISC A 2016 merupakan kiprah terakhir AK di sepakbola. Tak berselang lama usai turnamen ini berakhir, tepatnya akhir tahun 2016, AK harus masuk rumah sakit karena sesak nafas akibat komplikasi sejumlah penyakit.

Setelah berjuang selama kurang lebih sepuluh hari, tepatnya pada 10 Januari 2017, penjaga gawang Arema FC ini berpulang untuk selamanya.

PILIHAN EDITOR

(RWP)
  1. Kabar Arema
  2. Arema FC
  3. Achmad Kurniawan Meninggal Dunia
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA
TERPOPULER
ZONA TURIS