1. MALANG
  2. KABAR MALANG

Swimp Up-Sorter, teknologi anyar yang atur jenis kelamin hewan ternak

Lima mahasiswa Universitas Brawijaya temukan teknologi anyar yang bantu atur jenis kelamin hewan ternak.

© 2016 merdeka.com/Darmadi Sasongko. ©2016 Merdeka.com Reporter : Siti Rutmawati | Selasa, 13 September 2016 13:17

Merdeka.com, Malang - Mahasiswa Universitas Brawijaya, baru-baru ini meluncurkan inovasi teknologi terbaru di bidang peternakan. Tim yang terdiri dari gabungan mahasiswa Fakultas Teknik (FT) dan Fakultas Peternakan (Fapet) berhasil merakit sebuah alat pengatur jenis kelamin hewan ternak yang dinamai Swimp Up-Sorter. Inovasi teknologi ini berhasil mengantarkan tim tersebut meraih memboyong gold prize The 3rd International Young Inventors Award (IYIA).

Kompetisi IYIA sendiri diikuti kurang lebih 100 tim dari jenjang SD, SMP, SMA dan Universitas lintas negara. Even yang digelar di Surabaya Convention Hall, 6-8 September 2016 itu diikuti Malaysia, Thailand, Philipina, Taiwan, Korea Selatan, China, Mesir, Jordania, Syria, Romania, Rusia, Kroasia, Amerika serta Kanada.

Tim Penemu dalam Ajang IYIA 2016
© 2016 merdeka.com/Darmadi Sasongko

Anggota tim penemu Swimp Up-Sorter terdiri dari Frido Wahyu, Ronny Ari Setiawan (FT), Dimas Firdaus Adami (Fapet), Wahyu Setiawan (Fapet) dan Mirsa Ita Dewi Adiana (Fapet). Tim tersebut berada di bawah dosen pembimbing Eka Maulana dan Gatot Ciptadi.

Swimp Up-Sorter merupakan inovasi teknologi penyortir spermatozoa X dan Y untuk menentukan jenis kelamin ternak jantan dan betina sebagai upaya untuk meningkatkan populasi hewan ternak.

"Fungsinya yaitu sexing spermatozoa X dan Y," jelas Ketua Tim, Frido Wahyu, seperti dilansir dari merdeka.com.

Frido mengatakan, alat tersebut menggabungkan konsep sentrifugasi dan elektroforesis. Tahap pertama atau sentrifugasi bertujuan memisahkan bagian motil (hidup) dan inmotil (mati).

Setelah itu, tahap kedua atau elektroforesis bertujuan memisahkan bagian X dan Y yang masih hidup. Kromosom X menuju ke katoda dan kromosom Y menuju ke anoda.

"Alat ini masih berupa prototype. Pengujian pertama telah dilakukan di Laboratorium Sumber Sekar Universitas Brawijaya," imbuhnya.

Selanjutnya, tim akan melakukan pengujian kedua, langsung pada ternak dengan inseminasi buatan atau teknologi lain untuk keberhasilan sexing spermatozoa.

"Hasil pengujian pertama tadi telah menunjukkan alat berhasil mempertahankan fertilisasi spermatozoa," katanya.

PILIHAN EDITOR

(SR)
  1. Pendidikan
  2. Teknologi
  3. Mahasiswa
  4. Ngalam Kipa
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA