1. MALANG
  2. KABAR MALANG

Kota Malang Raih Penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat

Penghargaan dari Kementerian Kesehatan ini diserahkan langsung oleh n Menteri Kesehatan, Nila Djuwita F. Moeloek kepada Walikota Malang, Sutiaji.

Sutiaji Menerima Penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Untuk Kota Malang. ©2019 Merdeka.com Reporter : Zain M | Contributor : Darmadi Sasongko | Kamis, 03 Oktober 2019 15:33
Kota Malang meraih penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dari Kementerian Kesehatan. Penghargaan diserahkan Menteri Kesehatan, Nila Djuwita F. Moeloek kepada Walikota Malang, Sutiaji.
 
"Ini menunjukkan bahwa partisipasi warga masyarakat kota Malang akan kebersihan lingkungan sangat tinggi. Maka penghargaan yang saya terima ini, saya persembahkan untuk warga kota Malang," kata Sutiaji, usai prosesi penerimaan penghargaan di acara peringatan Hari Kesehatan Lingkungan Se-Dunia Ke-9 di Gedung Profesor Suyudi Kementerian Kesehatan RI,  Jakarta (2/10).
 
Kata Sutiaji, program pembangunan yang berangkat dari bawah (bottom up) dan berbasis masyarakat, cenderung lebih sustainable (berkelanjutan) dan awet, dibandingkan program program top down.
 
"Kota Malang cukup teruji, terukur dan terbukti akan pembangunan berbasis masyarakat, seperti yang terpotret pada Kampung Warna Warni,  Kampung Glintung Go Green, Kampung Budaya Polowijen, dan yang lainnya," imbuhnya.
Selain Walikota, petugas kesehatan (sanitarian) atas nama Anita Reski D dari Puskesmas Polowijen, Kecamatan Blimbing juga meraih penghargaan.
 
Menkes Nila D.F. Moeloek menegaskan, derajat kesehatan itu faktornya lebih banyak dipengaruhi faktor lingkungan dan perilaku. Komposisi derajat kesehatan 30 persen karena faktor perilaku,  40 persen faktor lingkungan (sanitasi dan air bersih), 20 persen dari pelayanan kesehatan dan 10 persen faktor genetika. 
 
"Karena itu strategi Kemenkes adalah menumbuhkembangkan secara masif Germas (gerakan masyarakat hidup sehat). Yang itu menyentuh kebiasaan dan perilaku," tegasnya.
 
"Bagaimana kita bisa memiliki lingkungan sehat,  kalau BAB (Buang Air Besar) masih banyak 100gsung ke sungai. Bahkan tercatat yang ODF (Open Defecation Free) 100 persen hanya 28 daerah," ungkapnya.
 
Pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan. Sehingga untuk memutuskan rantai penularan ini harus dilakukan rekayasa pada akses tersebut agar usaha tersebut berhasil
 
Akses masyarakat pada jamban (sehat) harus mencapai 100% pada seluruh komunitas. Keadaan ini kemudian lebih dikenal dengan istilah ODF.
 
Menkes Nila Moeloek memberi tantangan Kepada Kepala Daerah dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi/ Kota/ Kabupaten mengubah kampung dan rumah yang sebelumnya membelakangi sungai menghadap ke sungai. 
 
"Salud saya kalau ada yang berani dan berhasil melakukan itu," ujarnya.
 
Hari Kesehatan Lingkungan Se-Dunia tahun 2019, memberikan 19 penghargaan untuk kota dan kabupaten terbaik dalam program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. Selain Kota Malang, Kota Kediri dan Kabupaten Pamekasan juga meraih penghargaan sama.
(ZM) Laporan: Darmadi Sasongko
  1. Pemkot Malang
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA