1. MALANG
  2. KABAR MALANG

Kebakaran hutan di Gunung Bromo diduga akibat puntung rokok wisatawan

Penyebab kebakaran di gunung Bromo diduga akibat perilaku pengunjung, selain faktor musim kemarau yang membuat api mudah menjalar.

Istimewa. ©2016 Merdeka.com Editor : Rizky Wahyu Permana | Contributor : Darmadi Sasongko | Rabu, 13 September 2017 10:44

Merdeka.com, Malang - Sekitar 50 Hektare hutan di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur mengalami kebakaran, dan saat ini belum padam. Penyebab kebakaran diduga akibat perilaku pengunjung, selain faktor musim kemarau yang membuat api mudah menjalar.

Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Wilayah 1, Fariana Prabandari mengatakan, musim kemarau membuat rerumputan mengering. Sehingga begitu terpicu oleh api rokok atau perapian, akan mudah menjalar.

"Diduga juga karena perilaku pengunjung, akibat rokok atau perapian yang tidak dipadamkan," kata Fariana Prabandari, Selasa (12/9). 

Kata Fariana, musim kemarau dan rerumputan kering dan tebal membuat api mudah menyala. Kondisi serupa juga pernah terjadi pada 2015.

Hingga saat ini, para petugas masih berusaha memadamkan api, terutama di dua titik yaitu Blok Mendongan dan Undak Lembu.

Kendati demikian, kata Fariana, lokasi wisata masih dibuka seperti biasa dan kunjungan wisatawan masih normal. Hingga saat ini sekitar 75 persen titik api sudah berhasil dipadamkan, dan tidak ada rencana penutupan lokasi wisata. 

"Asap tidak membayakan yang jelas. Kalau mengganggu itu pasti, ya kita berpesan pengunjung untuk berhati-hati," katanya.

Memang terjadi penutupan di Penanjakan, tetapi bukan karena asap, melaikan perbaikan sarana. Penutupan itupun sudah diumumkan sebelum kebakaran, dan berlaku sejak 10 September.

Kata Fariana, upaya pemadaman mengalami kesulitan karena lokasi yang terjal dengan sudut kemiringan yang terjal. Para petugas terus melakukan upaya pemadaman baik secara manual maupun alat.

PILIHAN EDITOR

(RWP) Laporan: Darmadi Sasongko
  1. Peristiwa
  2. Gunung Bromo
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA