1. MALANG
  2. AREMANIA

Joko Susilo, legenda Arema yang emban sejuta harapan

Sempat beberapa kali menjadi caretaker, Joko 'Gethuk' Susilo kini kembali ditunjuk sebagai pelatih dan mengemban sejuta harapan Arema.

©2016 Merdeka.com Reporter : Rizky Wahyu Permana | Rabu, 02 Agustus 2017 00:59

Merdeka.com, Malang - Ditunjuknya Joko Susilo sebagai pelatih Arema FC menggantikan Aji Santoso bukan sebuah hal yang cukup mengagetkan. Pelatih kelahiran Cepu 9 Desember 1970 ini telah menjadi asisten pelatih Arema selama bertahun-tahun pada masa kepelatihan yang berbeda.

Dalam karirnya di Arema, pelatih yang akrab disapa Gethuk ini sempat beberapa kali memegang jabatan pelatih kepala di klub tersebut walau hanya sebagai caretaker. Tercatat, Gethuk sempat tiga kali menjadi pelatih caretaker yaitu pada ISL 2011-2012 menggantikan Wolfgang Pikal, ISL 2013 gantikan Rahmad Darmawan, serta pada 2016 menggantikan pelatih Suharno yang meninggal.

Sejak masih aktif sebagai pemain profesional, Gethuk sendiri merupakan salah seorang pemain yang menikmati masa kejayaannya di Arema. Gethuk pertama kali bergabung dengan Arema pada tahun 1992 ketika masa Galatama. Dia bergabung dari NIAC Mitra bersama M. Basri di masa itu.

Kehadiran Gethuk juga membawa angin segar bagi Arema. Dia merupakan salah satu penggawa Arema yang membawa klub tersebut menjadi juara kompetisi Galatama.

Gethuk bergabung dengan Arema selama dua periode. Pertama dia bergabung dengan Arema pada tahun 1992-1995 sebelum kemudian pindah ke PSM Makassar. Selanjutnya dia kembali bergabung ke Arema pada tahun 1998 hingga mengakhiri karirnya di klub tersebut pada tahun 2003.

Usai karirnya sebagai pemain berakhir, Gethuk langsung banting setir menjadi pelatih. Pengalaman pertamanya melatih adalah di Akademi Arema. Ketika membesut akademi ini, dia terhitung cukup berprestasi dalam melahirkan beberapa pemain berkualitas.

Beberapa pemain yang pernah mendapat sentuhan dari tangan diri Gethuk ini hingga saat ini masih menjadi penggawa dan tulang punggung dari Arema. Beberapa pemain ini adalah Benny Wahyudi, Sunarto, Dendy Santoso, serta Johan Ahmat Farizi.

Pada tahun 2007, Gethuk mulai ditarik ke tim Arema senior dan menjabat sebagai asisten pelatih. Pada saat itu, pelatih kepala Arema adalah Miroslav Janu.

Gethuk juga menjadi bagian dari Arema ketika menjuarai ISL 2009-2010 di bawah asuhan pelatih asal Belanda, Robert Rene Alberts. Selanjutnya ketika Arema dilatih Wolfgang Pikal, Gethuk sempat naik jabatan ketika pelatih tersebut dipecat.

Di antara perubahan jabatan yang dialami oleh Gethuk, yang paling mengejutkan mungkin terjadi pada tahun 2016. Pada saat itu, Gethuk menjadi pelatih Arema menggantikan Suharno yang wafat karena serangan jantung.

Perubahan yang tiba-tiba itu sangat mengejutkan terutama karena Arema sedang masa persiapan menuju pelaksanaan Piala Presiden. Akhirnya selama gelaran kompetisi tersebut, Gethuk menjadi arsitek Arema.

Setelah periode tersebut, Gethuk kembali menjadi asisten dari Milomir Seslija dan kemudian Aji Santoso yang menukangi Arema. Pada masa ini, Gethuk sempat mengambil kursus kepelatihan selama beberapa bulan sebelum kembali ke Arema.

Pada 31 Juli 2017, Gethuk akhirnya kembali menjadi pelatih Arema dengan menggantikan Aji Santoso yang mundur di tengah musim. Hanya saja kali ini dia menjadi pelatih kepala tanpa ada embel-embel caretaker. Dengan pengalaman yang dimilikinya selama berguru dari banyak pelatih dan lisensi kepelatihan A AFC, Gethuk diharap dapat membawa Arema ke jalur juara pada sisa kompetisi Liga 1 ini.

PILIHAN EDITOR

 

(RWP)
  1. Kabar Arema
  2. Arema FC
  3. Legenda Arema
  4. Liga 1
  5. Joko Susilo
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA