1. MALANG
  2. KABAR MALANG

Zulkifli Hasan: Pak Nov mundur itu lebih baik buat sendiri, DPR dan Golkar

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Zulkifli Hasan menyarankan Setya Novanto (Setnov) segera mundur dari posisinya sebagai Ketua DPR.

Setya Novanto. ©2016 Merdeka.com Editor : Siti Rutmawati | Contributor : Darmadi Sasongko | Minggu, 03 Desember 2017 14:02

Merdeka.com, Malang - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Zulkifli Hasan menyarankan Setya Novanto (Setnov) segera mundur dari posisinya sebagai Ketua DPR. Langkah tersebut dinilai akan menyelamatkan banyak pihak, termasuk Setnov sendiri, karena bisa konsentrasi dengan kasusnya.

"Kita minta Pak Nov mundur itu lebih baik buat Pak Nov, saya sebagai teman ya. Pak Nov kalau mundur bagus buat Pak Nov sendiri, bagus buat DPR, bagus buat Golkar," kata Zulkifli Hasan usai acara temu kader Partai Amanat Nasional (PAN) di Rumah Makan Ringinasri Kota Malang, Jumat (1/12).

Sementara soal pergantian Ketua DPR, tentu harus dilakukan sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Begitupun sebelum ketua baru terpilih dan kondisi Setnov yang saat ini tengah ditahan KPK, tugas dilaksanakan para wakil-wakilnya

"Karena itu kan haknya Golkar, kalau nggak mundur siapa yang gantikan ketuanya. DPR ada empat lainnya, masih ada yang mewakili," katanya.

KPK kembali menetapkan Ketua DPR Setya Novanto sebagai tersangka pada Jumat (10/11) dalam kasus dugaan korupsi KTP elektronik. Sebelumnya, Setnov bebas setelah hakim tunggal Cepi Iskandar menggugurkannya pada praperadilan.

Pihak Novanto juga kembali menggugat status tersangkanya dalam gugatan dengan nomor registrasi 133/Pid.Pra/2017/PN JKT.SEL. Praperadilan akan digelar 30 November 2017. Putusan diprediksi keluar pada 7 Desember. Sidang ini dipimpin Wakil Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) Kusno.

Selain itu, Setnov juga diperiksa Majelis Kehormatan Dewan (MKD) DPR terkait kode etik di DPR.

PILIHAN EDITOR

(SR) Laporan: Darmadi Sasongko
  1. Peristiwa
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA