1. MALANG
  2. KABAR MALANG

Sutiaji lepas napak tilas dan HUT Arema ke-31

Sutiaji dalam sambutannya menyampaikan, bola adalah pemersatu, budaya kera ngalam adalah budaya damai.

©2018 Merdeka.com Editor : Rizky Wahyu Permana | Contributor : Darmadi Sasongko | Sabtu, 11 Agustus 2018 15:32

Merdeka.com, Malang - Napak tilas menjadi kegiatan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-31 Arema FC. Panitia Pelaksana menyiapkan panggung gembira di depan Stasiun Malang Kota Baru.

Panggung gembira diisi penampilan Arema Licek Embrant (Kampung Biru Arema), Can A Rock, Band Makota dari Polres Malang Kota, DJ Freya dan D’Kross. Acara dilanjutkan pelepasan pemberangkatan konvoi napak tilas menuju stadion Kanjuruhan Kepanjen karena ultah Arema bertepatan dengan berlangsungnya pertandingan Arema FC melawan Borneo FC.

Rute napak tilas mulai dari Stasiun Kota Malang–Jalan Majapahit–Jalan Merdeka Barat–Jalan S Supriadi-Pertigaan Kacuk–Jalan Sasuit Tubun–Jalan Lowokdoro–Jalan Kendalpayak–Jalan Raya Bululawang–Jalan Raya Turen–Jalan Raya Gondanglegi-Stadion Kanjuruhan.

"Kami mengingatkan kepada peserta napak tilas agar menjaga ketertiban, mematuhi peraturan lalu lintas, tidak berboncengan lebih dari dua, memakai helm, membawa SIM dan STNK, jangan membawa tongkat yang bisa mengganggu pengendara lain, pokoknya safety riding-lah," tegas Sudarmaji, Media Officer Arema, Sabtu (11/8).

Gegap gempita acara napak tilas diikuti ribuan Aremania. Turut hadir Walikota Malang (Plt) Sutiaji, Wakapolres Malang Kota, Kasdim 0833/Kota Malang.

Sutiaji dalam sambutannya menyampaikan, bola adalah pemersatu, budaya kera ngalam adalah budaya damai.

"Tunjukkan kepada Indonesia, dunia bahwa Malang, kera Ngalam suporter arema adalah cinta kedamiaan. Saya ucapkan terima kasih, mudah-mudahan Malang semakin jaya…Arema.. Arema.. Kita di sini Arema Arema.. Arema.. Kita di sini Arema,” ujar Sutiaji ikut beryel-yel dan bernyanyi Arema.

Bendera start konvoi berkibar, tanda konvoi napak tilas dimulai dengan iringan yel-yel Aremania yang tidak henti-hentinya. Suara ribuan suporter Arema diiringi musik elektronik oleh DJ Freya.

"Ini ternyata tidak dipunyai oleh klub-klub yang lain, karena memang rasa kepemilikannya tinggi karena namanya bukan PS, tidak apa tapi Arema, arek malang. Kita tahu semua bahwa manajemen mengandalkan pembiayaan sepenuhnya dari para suporter, ini menunjukkan kesebelasan arema adalah milik masyarakat,” pungkas Sutiaji.

PILIHAN EDITOR

(RWP) Laporan: Darmadi Sasongko
  1. Sutiaji
  2. Arema FC
  3. Kota Malang
  4. Pemkot Malang
  5. Ulang Tahun Arema ke-31
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA