1. MALANG
  2. KABAR MALANG

Polisi periksa kejiwaan ADP, pemuda yang bunuh ibu kandung

Kapolres Malang mengatakan, secara kasat mata tidak ditemukan keanehan pada tersangka. Tetapi untuk memastikan, harus dilakukan secara medis.

Pelaku pembunuhan ibu kandung. ©2017 Merdeka.com Editor : Siti Rutmawati | Contributor : Darmadi Sasongko | Minggu, 01 Oktober 2017 13:47

Merdeka.com, Malang - Polisi akan memeriksa kejiwaan seorang pemuda di Kabupaten Malang yang membunuh ibunya secara sadis. Tersangka Aman Dwi Prayogi atau ADP (21) akan menjalani tes kejiwaan untuk memastikan kondisi kejiwaannya.

Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung mengatakan, secara kasat mata tidak ditemukan adanya keanehan pada tersangka. Tetapi untuk memastikan, memang harus dilakukan secara medis.

"Sementara belum ada (tanda-tanda kelainan kejiwaan). Nanti kita lakukan pemeriksaan (kejiwaan). Sementara dari pengamatan awal sih tidak ada. Tersangka terlihat normal-normal saja," kata Yade di Mapolres Malang, Jalan Ahmad Yani Kepanjen, Sabtu (30/9).

ADP warga Desa Kalirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang tega membunuh Suyati (41), ibu kandungnya, Rabu (27/9) sekitar pukul 02.00 WIB. Korban dihabisi secara sadis dengan memukul kepala korban sebanyak dua kali dengan menggunakan alat dapur talenan.

Tersangka juga menjerat leher korban dengan menggunakan seling sepeda motor bekas. Jasad korban kemudian dilaporkan kepada RT setempat, kalau bunuh diri.

"Sudah kita tetapkan sebagai tersangka, sementara pelakunya mengarah ke dia. Dari baju yang dipakai ditemukan bercak darah korban. Begitu juga kita cek olah TKP, sidik jarinya, DNA-nya kita cek juga. Kita ambil kuku-kukunya," urainya.

Tersangka sendiri, kepada penyidik mengaku sudah lama merasa sakit hati dengan perlakuan ibunya. Pria tidak lulus SMP itu merasa diperlakukan seperti anak tiri, berbeda dengan kakak dan adiknya yang permintaannya selalu dipenuhi.

"Sakit hati, sering pilih kasih. Selalu mementingkan kakak sama adik. Saya minta helm tidak dibelikan, kakak minta montor dibelikan," kata Aman sambil tertunduk di Mapolres Malang, Rabu (27/9).

"Saya sakit hati sudah lama, sejak kelas 3 SMP. Pilih kasih, terlalu mementingkan kakak sama adik," katanya.
Aksinya tersangka dilakukan secara spontan tanpa persiapan. Sementara seling yang digunakan menjerat, memang sudah lama di rumahnya.
"Seling itu bekas sepeda motor. Spontan saja, " katanya pendek.

Tersangka juga tidak membantah kalau sempat minum oplosan sebelum menjalankan aksinya. Ia menenggak alkohol yang dicampur dengan minuman berenergi.

"Saya baru pulang main, minum alkohol 100 persen ditambah kuku Bima," katanya.

Sehari-hari, tersangka bersama kakak dan adiknya tinggal bersama korban di Desa Kalirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Tersangka mengaku sempat beberapa kali ragu-ragu dan mondar-mandir masuk dan keluar dari kamar ibunya.

Sekitar pukul 02.30 WIB, tersangka melaporkan kepada Ketua RT setempat dan menyatakan kalau ibunya tewas bunuh diri. Namun setelah dilakukan olah TKP, polisi menemukan sejumlah kejanggalan. Sehingga dilakukan pemeriksaan intensif pada keluarga korban.

Akhirnya polisi berkesimpulan, korban bukan mati bunuh diri melainkan akibat pukulan. Tersangkanya sendiri adalah Aman Dwi Prayogi atau ADP (21), yang tidak lain anak kedua dari korban.

PILIHAN EDITOR

(SR) Laporan: Darmadi Sasongko
  1. Peristiwa
  2. Kriminal
  3. Kabupaten Malang
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA