1. MALANG
  2. KABAR MALANG

Mendikbud: 235 sekolah di Lombok rusak parah terdampak gempa

Mendiknas mencatat sebanyak 556 sekolah mengalami kerusakan akibat gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

©2018 Merdeka.com Editor : Rizky Wahyu Permana | Contributor : Darmadi Sasongko | Senin, 27 Agustus 2018 11:39

Merdeka.com, Malang - Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) mencatat sebanyak 556 sekolah mengalami kerusakan akibat gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Dari jumlah tersebut yang rusak parah sebanyak 235 sekolah.

"Kemarin 556 sekolah, rusaknya rata-rata, yang betul-betul rusak sekitar 235 sekolah," kata Muhadjir Effendy, Mendiknas RI di Kota Malang, Jumat (24/8) malam.

Menteri Muhadjir beberapa waktu lalu telah meninjau lokasi gempa dan telah berkoordinasi dengan Kementrian yang lain. Koordinasi penanganan tersebut bersifat mistigasi, maupun rehabilitasi dan konstruksi pasca gempa.

"Karena ini bencananya terus bertubi-tubi, penanganannya juga harus bertahap. Saya sebagai Mendikbud bertanggung jawab untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tidak berhenti, akibat bencana ini, apapun kondisinya," terangnya.

Kalau proses belajar dan mengajar belum bisa dilakukan di sekolah sementara di tenda-tenda belajar, sekolah darurat yang sudah disiapkan. Selanjutnya akan dilakukan 'rehabilitasi kecil-kecilan' yang langsung ditangani oleh Kemendikbud.

"Sedangkan rekonstruksi terutama untuk pembangunan unit sekolah baru itu menjadi tanggung jawab Menteri PUPR," katanya.

Menteri Muhadjir juga menceritakan, para siswa dan guru mengalami trauma yang takut masuk kelas akibat gempa tersebut. Karena memang gempa susulan yang memang masih terus terjadi.

"Yang terdampak itu termasuk yang tidak terkena bencana, jadi ada sekolahnya masih utuh tetapi tidak berani anaknya masuk sekolah. Gurunya juga tidak berani masuk, ini juga repot, untuk melihat siapa yang terdapak, untuk itu kita anggap semuanya terdampak," jelasnya.

PILIHAN EDITOR

(RWP) Laporan: Darmadi Sasongko
  1. Pendidikan
  2. Peristiwa
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA