1. MALANG
  2. KABAR MALANG

Dua Hercules dari Lanud Abdulrachman Saleh bawa bantuan untuk Rohingya

Dua pesawat jenis Hercules bernomor A-1333 dan A-1315 dikirim Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh Malang, untuk misi kemanusiaan Rohingya.

Hercules bawa bantuan untuk Rohingya. ©2017 Merdeka.com Editor : Siti Rutmawati | Contributor : Darmadi Sasongko | Selasa, 12 September 2017 15:17

Merdeka.com, Malang - Dua pesawat jenis Hercules bernomor A-1333 dan A-1315 dikirim Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh Malang, untuk misi kemanusiaan Rohingya. Dua pesawat dari Skadron Udara 32 mengirimkan bantuan dari Indonesia untuk para pengungsi akibat krisis kemanusiaan di Myanmar.

Pesawat A-1333 dipiloti Subhan Bandung dan Endrik Bagus, sedangkan pilot Suryo Ari dan Gintoro Eky menerbangkan A-1315. Pesawat tinggal landas sekitar pukul 09.00 WIB dari Malang, Senin (12/9).

Kepala Penerangan (Kapen) Lanud Abdulrachman Saleh Malang, Mayor Hamdi Londong Allo menjelaskan, keberangkatan membawa bahan makanan, obat-obatan, minuman dan pakaian. Misi akan berlangsung selama seminggu.

"Selain bantuan berupa materi, Indonesia juga telah membangun sekolah di Rakhine dan menurut rencana Indonesia melalui UHCR akan membantu membangun rumah sakit untuk pengungsi Rohingya," kata Londong dalam keterangannya, Selasa (12/9).

Misi dipimpin Letkol Pnb Subhan Bandung dengan masing pesawat memiliki 13 orang kru. Rencananya, empat pesawat dari Indonesia, sementara dua pesawat berasal dari Skadron Udara 31 Halim Perdana Kusuma.

"Bantuan yang dibawa dari Indonesia kemungkinan bisa melalui Banglades atau Myanmar sendiri, apabila sudah diberikan lampu hijau," kata Londong.

Sementara itu, Komandan Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh Marsma TNI Julexi Tambayong menjelaskan, dua Hercules tersebut menuju Makassar mengambil logistik. Selanjutnya, akan bergabung dengan pesawat yang lain di Halim Perdana Kusuma di Jakarta.

"Barang yang dibawa dari Makassar sekitar 20 ton, selanjutnya dibawa ke Halim untuk stand by sebelum diberangkatkan," ujarnya.

Julexi sendiri mengaku belum mengetahui secara pasti keberangkatan pesawat tersebut ke Myanmar.

PBB mencatat 164 ribu pengungsi Rohingya telah mengungsi di Bangladesh akibat konflik di Nyanmar. Mereka bergabung dengan ratusan ribu pengungsi Rohingya lainnya yang terlebih dahulu telah mengungsi.

Indonesia berupaya mengambil peran aktif guna menghentikan penderitaan para pengungsi Rohingya.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi telah menemui Aung San Suu Kyi di Naypyitaw, meminta menghentikan kekerasan yang terjadi di negara tersebut. Menlu Retno juga menemui Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina di Dhaka, juga untuk membahas krisis tersebut.

PILIHAN EDITOR

(SR) Laporan: Darmadi Sasongko
  1. Sosial
  2. Lapangan Udara Abdul Rachman Saleh
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA