1. MALANG
  2. KABAR MALANG

Bahas Pilgub Jatim, PDIP gelar pertemuan dengan kiai NU di Malang

Bahan Pilgub Jatim 2018, DPP PDIP gelar pertemuan tertutup dengan para kiai dan ulama NU di Malang dan Batu.

Ahmad Basarah di Malang. ©2016 Merdeka.com Editor : Siti Rutmawati | Contributor : Darmadi Sasongko | Minggu, 10 September 2017 16:09

Merdeka.com, Malang - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menggelar pertemuan tertutup dengan para kiai dan ulama Nahdlatul Ulama (NU) dari Malang dan Batu. Pertemuan tersebut membahas pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur di Jawa Timur tahun 2018.

Rombongan DPP PDIP dipimpin oleh Wasekjen PDIP, Ahmad Basarah, dan diterima oleh pimpinan Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek, KH Marzuki Mustamar, selaku tuan rumah.

"Maksud kedatangan kami juga untuk meminta masukan dari para kiai dan ulama di Jawa Timur ini, siapa tokoh atau figur yang cocok dan cakap untuk memimpin," kata Ahmad Basarah di Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek, Karang Besuki, Sukun, Kota Malang, Sabtu (9/9).

Kata Basarah, Indonesia akan menggelar 171 pemilihan kepala daerah (Pilkada), di antaranya 17 di tingkat propinsi. Sementara Jawa Timur sendiri, selain pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, juga menggelar pemilihan kepala daerah di 18 kota/kabupaten.

Pilkada nanti diharapkan menghasilkan pemimpin amanah, mengerti nasib, harapan dan tahu cara menyejahterakan masyarakat Jawa Timur. "Ibu Megawati meminta saya untuk menyampaikan pada kiai dan ulama untuk bisa bersama-sama menjaga agar Pilkada serentak 2018, betul-betul terlaksana dengan lancar, aman dan tertib," katanya.

Selain itu juga, imbuhnya, berharap agar Pilkada 2018 tidak lagi muncul kampanye-kampanye yang memecah belah dan mengangkat isu suku, agama, ras dan antar golongan.

"Tadi para kiai dan ulama yang datang, sepakat menjaga dan mengawal Pilkada agar berjalan secara lancar dan aman, damai dan tertib," katanya.

Basarah yang juga Ketua Fraksi di MPR RI menyampaikan tentang kedekatan NU dan Nasionalis sejak zaman kemerdekaan semasa Soekarno. NU dan Nasionalis selalu beriringan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

"Kebersamaan NU dan PNI akhirnya berhasil mendeklarasikan Sumpah Pemuda 1928, merebut kemerdekaan 1945, bahkan mempertahankan dari agresi Belanda yang ingin kembali menguasai Indonesia," katanya.

NU dan Nasionalis selalu bergandengan tangan dengan ditunjukkan kedekatan antara Bung Karno dengan Mbah Hasyim dan tokoh-tokoh lainnya. Tradisi baik itu pun dilanjutkan oleh Megawati dengan Gus Dur.

"Kita ketahui keduanya adalah tokoh demokrasi. Gus Dur dengan PB NU, Bu Mega dengan PDIP, berhasil mendobrak tirani Orde Baru saat itu. Tradisi baik itu, yang menjadi dasar bagi Ibu Megawati mengutus saya untuk bertemu dengan Kiai dan alim ulama," terangnya.

Basarah mengaku telah melakukan kunjungan ke sejumlah pondok pesantren di Jawa Timur. Kunjungan dimulai dari Pondok Pesantren Lirboyo di Kediri, Kamis (7/9), dilanjutkan ke Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong pimpinan KH Hasan Mutawakil Alallah, Jumat (8/9).

"Besok Ibu Megawati akan menggelar atau memimpin rapat secara langsung tiga pilar partai se-provinsi Jawa Timur di Malang. Salah satunya akan memimpin bagaimana memperkukuh hubungan silaturahmi dan kerjasama dengan Nahdlatul Ulama," tegasnya.

PILIHAN EDITOR

(SR) Laporan: Darmadi Sasongko
  1. Politik
  2. Pilgub Jatim 2018
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA