1. MALANG
  2. KABAR MALANG

KH Mustamar kirim surat berisi nama cagub Jatim ke Megawati, siapa gerangan?

Nama masih dirahasiakan, KH Mustamar kirim surat bertuliskan huruf Pegon. Surat itu berisi nama cagub Jatim dan akan diserahkan kepada Megawati.

Ahmad Basarah di Malang. ©2016 Merdeka.com Editor : Siti Rutmawati | Contributor : Darmadi Sasongko | Minggu, 10 September 2017 18:17

Merdeka.com, Malang - Pimpinan Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek Kota Malang, KH Marzuki Mustamar mengirimkan 'surat cinta' kepada Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri. Surat tersebut berisi usulan nama yang akan menjadi masukan terkait figur yang layak memimpin Jawa Timur.

Uniknya, surat tersebut ditulis dengan menggunakan huruf pegon atau Arab Gundul yang biasa digunakan dalam kitab-kitab yang dipelajari di pesantren.

"Kita sudah menulis di sini usulannya, termasuk istiqorohnya kiai Rochman Gading, kira-kira untuk Jawa Timur yang baik siapa? Sudah diistiqorohi dan ditulis di sini," kata KH Marzuki Mustamar di kediamannya, Kompleks Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek, Karang Besuki, kecamatan Sukun, kota Malang, Sabtu (9/9).

Sebuah surat dengan amplop putih dimasukkan ke dalam map besar warna biru. Surat tersebut berisi salah satu nama calon gubernur Jawa Timur yang diusulkan untuk maju dalam Pilgub Jawa Timur 2018.

Sisi depan surat tersebut tertulis dengan huruf Arab 'gundul' (tanpa harakat) calon penerimanya. "Dumeteng Ingkang Kulo Hormati Ibu Hj Megawati Soekarnoputri, sangking KH Marzuki Mustamar," kata KH Marzuki Mustamar saat membacakan untuk wartawan.

Namun dirinya menolak menyampaikan isi pesan dalam surat tersebut. Pesan tersebut bersifat rahasia dan hanya boleh dibaca oleh Megawati, selaku Ketua Umum PDI Perjuangan.

"Sudah saya tulis di sini, nggak boleh dibaca, yang berhak membaca Pak Basarah," katanya.

Saat didesak, Marzuki hanya tersenyum dan menyerahkan Basarah untuk menjawab pertanyaan wartawan. Begitu pun saat disebut nama Syaifullah Yusuf dan Khofifah Indar Parawansa, Marzuki tetap menolak.

Namun dipastikan oleh Marzuki, bahwa nama yang tercantum dalam surat tersebut hanya satu orang. Karena jika dua nama yang diusulkan dikhawatirkan akan menimbulkan perpecahan.

Nama dalam amplop tersebut, juga hanya mencantumkan calon gubernur, sementara untuk wakil gubernur diserahkan kepada Megawati Soekarnoputri. Surat selanjutnya diserahkan kepada Ahmad Basarah dengan disaksikan oleh beberapa kyai.

"Kyai Marzuki Mustamar telah menuliskan surat secara khusus yang beliau tulis dengan huruf Arab gundul. Surat tersebut untuk disampaikan kepada Megawati Soekarnoputri sebagai amanah dari beliau 'dan para kyai. Insha Allah besok akan kami sampaikan kepada Ibu Megawati Soekarnoputri," kata Basarah.

Surat tersebut, kata Basarah, dalam keadaan tertutup dan ditulis dalam bahasa Arab agar tidak banyak yang bisa membaca. "Supaya rahasianya terjaga. Saya terima Kyai suratnya," kata Basarah.

PILIHAN EDITOR

(SR) Laporan: Darmadi Sasongko
  1. Politik
  2. Pilgub Jatim 2018
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA