1. MALANG
  2. GAYA HIDUP

Kisah Mak Nem, puluhan tahun jadi juru masak tahanan Polres Malang

Bagi Mak Nem, melayani para tahanan sudah menjadi kesehariannya. Sekali memasak, Mak Nem harus menyiapkan makanan untuk sekitar 100 tahanan.

Kasinem. ©2017 Merdeka.com Editor : Siti Rutmawati | Contributor : Darmadi Sasongko | Senin, 12 Juni 2017 03:21

Merdeka.com, Malang - Selama Ramadan, Kasinem atau Mak Nem selalu sibuk menyiapkan makanan untuk berbuka dan makan sahur para tahanan di Polres Malang. Aktivitas rutin itu sudah dilakukan sejak puluhan tahun lalu, bahkan lebih dari separuh hidupnya.

"Sudah 28 Kapolres saya ikuti. Sebelumnya jadi juru masak di Polres Kota Malang sekitar tahun 1970, saat itu tahanannya masih di Jalan Salak," kata Kasinem di sela menyiapkan makanan untuk berbuka para tahanan, Minggu (11/6).

Usia Kasinem sudah lebih dari 70 tahun, kendati dirinya juga tidak pernah tahu pasti tanggal lahirnya. Orang lawas katanya, tidak pernah mengingat dan mencatat tanggal lahir.

Kasinem
© 2017 merdeka.com/Darmadi Sasongko

Tetapi melihat raut wajahnya, usia Mak Nem bisa jadi lebih dari 70 tahun. Ketiga anaknya sudah berumah tangga dan bercucu.

"Saya mulai di sini (Polres Malang) tahun 1986, tetapi kalau di Polres Kota Malang sejak tahun 1970. Dulu yang memberi tempat di sini Pak Jaya Admadja," kisahnya menegaskan.

Mak Nem setiap pukul 12.00 WIB sudah mulai memasak khusus untuk para tahanan. 3 orang anaknya dan 2 orang keponakannya turut membantu mempersiapkan.

Masing-masing memiliki peran, dari mulai berbelanja hingga mengecek jumlah tahanan yang masuk. Setiap hari jumlah tahanan harus dihitung untuk menyesuaikan jumlah makanan yang disiapkannya.

Kegiatannya itu kembali dilakukan pada pukul 24.00 WIB, kembali menyiapkan untuk makan sahur. Ia harus terjaga demi makan sahur sekitar seratus orang para tahanan.

Kasinem
© 2017 merdeka.com/Darmadi Sasongko

Begitu makanan sudah terbungkus, anak Mak Nem akan membangunkan para tahanan untuk makan sahur. Karena itu, Mak Nem merasa berat jika harus meninggalkan pekerjaannya itu.

Kalau Mak Nem terpaksa harus pergi, anak-anaknya yang dipercaya untuk mengaturnya. Karena mau tidak mau sudah menjadi tanggung jawab, makan para tahanan tetap harus dipersiapkan.

"Sudah biasa melayani tahanan, tidak cerewet, masak sebanyak apapun saya tidak kesulitan," katanya.

Sekali memasak, Mak Nem harus menyiapkan untuk sekitar 100 orang tahanan, tetapi juga pernah sampai 120 orang. Tetapi juga pernah hanya 70 orang.

Dulunya Mak Nem ditemani oleh suaminya, tetapi sekitar tahun 2010 sang suami berpulang. Karena itu anak-anaknya, selama puasa turut membantu khusus bulan Ramadan.

"Kalau tidak puasa anak-anak tidur di rumahnya," tegasnya.

Jika di luar Ramadan, warung Mak Nem yang berlokasi di Belakang Polres Malang beroperasi seperti biasa. Warung dengan menu sederhana itu melayani pengunjung umum, para anggota dan para tahanan.

Bagi Mak Nem, melayani para tahanan sudah menjadi kesehariannya. Hanya saja selama Ramadan, pelayanannya dikhususkan untuk 'orang-orang yang tengah dalam persoalan'.

"Bagaimana ya sudah menjadi tanggung jawab. Selama ada tahanan harus disiapkan makannya, makan untuk berbuka dan sahurnya," katanya.

PILIHAN EDITOR

(SR) Laporan: Darmadi Sasongko
  1. Malang dalam Cerita
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA