1. MALANG
  2. GAYA HIDUP

Jangan anggap sepele, ini pentingnya deteksi prediabetes sejak dini!

Kondisi prediabetes penting diketahui sebagai pencegah berkembangnya penyakit diabetes. Simak penjelasan dari ahli di sini!

Ilustrasi Diabetes. ©2016 Merdeka.com Reporter : Siti Rutmawati | Jum'at, 15 September 2017 06:34

Merdeka.com, Malang - Diabetes Melitus (DM) atau lebih dikenal dengan kencing manis mampu menyebabkan berbagai macam gangguan kesehatan yang serius pada organ-organ tubuh. Mata, jantung, ginjal, dan kaki adalah beberapa organ tubuh yang dapat mengalami komplikasi diabetes. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit berbahaya yang muncul tanpa gejala. Sebelum mengalami komplikasi, penderita diabetes sebenarnya telah melalui dua tahap kondisi, yakni prediabetes dan diabetes.

Prediabetes merupakan kondisi di mana kadar glukosa dalam darah di atas normal, tetapi masih di bawah kadar glukosa darah untuk diabates. Bisa dikatakan, prediabetes merupakan peringatan awal sebelum diabetes menyerang. Saat prediabetes terdeteksi, maka itu menjadi saat yang tepat untuk segera memperbaiki pola hidup sebelum terlambat menjadi diabetes.

dr. Eric rahardi saat Talkshow Wellness Prediabetic by Prodia Malang
© 2017 merdeka.com/Siti Rutmawati

Spesialis penyakit dalam, dr.Eric Rahardi, SpPD menuturkan, kemunculan prediabetes tidak menunjukkan gejala. Sehingga, orang-orang yang memiliki faktor risiko sangat dianjurkan untuk melakukan uji saring atau skrining.

"Diabetes aja 50 persen tanpa gejala, apalagi prediabetes itu tanpa gejala. Makanya, yang berisiko itu yang kita skrining. Ada keturunan, kegemukan, kerjaannya duduk aja, jarang gerak (olahraga), sebaiknya cek. Kalo kolesterolnya tinggi, ada riwayat sakit jantung, gak usah nunggu gejala, harus cek itu," terang dokter Eric kepada merdeka.com, usai acara talkshow 'Wellness Prediabetes' yang digelar Laboratorium Klinik Prodia, Sabtu (9/9).

Terkait faktor risiko, dokter Eric juga menyebutkan beberapa kriteria yang menjadi petunjuk untuk mewaspadai kemunculan DM. Orang-orang yang mengalami kondisi di bawah ini, disarankan untuk melakukan uji saring atau skrining di laboratorium kesehatan terdekat. Beberapa kondisi tersebut antara lain,
- Kegemukan, dengan Body Mass Index (BMI) lebih dari 23,5 kilogram per meter persegi
- Hipertensi, dengan tekanan darah (TD) lebih dari 140/90 mm Hg
- Riwayat keluarga DM
- Riwayat melahirkan bayi lebih dari 4 kilogram, atau riwayat DM gestasional
- Kurang aktivitas fisik/olahraga
- Riwayat prediabetes (TGT atau GDPT) atau penyakit kardiovaskular
- Kadar Lipid abnormal, yakni HDL kurang dari 35 mg/dl, Trigliserida lebih dari 250 mg/dl
- Kadar HbA1c 5,7 hingga 6,4 persen diduga lebih berisiko berkembang menjadi diabetes
- Usia lebih dari 45 tahun jika dinyatakan normal saat skrining, dapat melakukan pemeriksaan ulang dengan interval 3 tahun

Lebih lanjut, dokter Eric menuturkan, prediabetes penting untuk diperhatikan karena sekitar 40-50 persen orang dengan prediabetes terserang diabetes. Kabar baiknya, diabetes dapat dihindari karena sekitar 30 persen penderita prediabetes dapat kembali normal. Selain itu, kondisi prediabetes perlu dideteksi karena meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

"Risiko terjadinya penyakit kardiovaskular pada prediabetes sama saja dengan diabetes," ujarnya.


PILIHAN EDITOR

(SR)
  1. Kesehatan
  2. Tips
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA