1. MALANG
  2. AREMANIA

Iwan Budianto minta Arema FC dihukum atas masuknya Aremania ke lapangan

Iwan Budianto yang juga Kepala Staf Ketua Umum PSSI ini minta agar Komisi Disiplin segera menyidangkan adanya pelanggaran regulasi.

©2018 Merdeka.com Reporter : Rizky Wahyu Permana | Senin, 08 Oktober 2018 09:25

Merdeka.com, Malang - CEO Arema FC Iwan Budianto memberi sorotan pada insiden masuknya sejumlah Aremania ke lapangan pada laga menghadapi Persebaya Surabaya lalu. Dilansir dari Bola.net, IB, sapaan karib Iwan Budianto yang juga Kepala Staf Ketua Umum PSSI ini minta agar Komisi Disiplin segera menyidangkan adanya pelanggaran regulasi dalam kejadian tersebut.

"Saya sudah memohon kepada badan yudisial PSSI, yaitu Komisi Disiplin agar segera menyidangkan kasus ini," ujar IB.

"Berikan hukuman setimpal atas pelanggaran disiplin yang telah dibuat oleh Arema. Jangan ragu dalam mengambil keputusan tegas sesuai kode disiplin," sambungnya.

Sembari meminta Komdis segera bersidang, IB menegaskan Arema akan menerima apa pun keputusan badan yudisial PSSI ini. Pria berusia 44 tahun ini memastikan Arema tak akan menggunakan hak mereka untuk banding.

"Saya pastikan arema tidak akan melakukan banding atas apa pun hukuman yang akan diberikan nanti," tutur pria yang juga CEO Arema FC tersebut.

Sebelumnya, insiden pitch invasion kembali terjadi dalam laga antara Arema dan Persebaya. Kala wasit meniup peluit panjang, ratusan Aremania menghambur ke dalam lapangan. Mereka tampak terbawa suasana kemenangan yang baru saja diraih Arema. Mereka baru bubar usai polisi melepas sejumlah anjing dari unit K-9 untuk menghalau massa

Pada jeda antar babak pun, sejumlah Aremania sempat masuk ke dalam lapangan. Mereka tampak memprovokasi pemain Persebaya yang sedang pemanasan. Ulah sejumlah oknum Aremania ini sempat memicu ketegangan dengan seorang pemain cadangan Persebaya, Alfonsius Kelvan. Namun, aparat keamanan mampu melerai sehingga kejadian ini tak berlanjut.

Tak hanya masuk lapangan, sepanjang laga ini masih terdengar chant provokatif dan bermuatan ajakan kekerasan. Padahal, belakangan ini, semua pihak tampak berkampanye untuk menghentikan kekerasan di sepak bola.

Iwan sendiri mengaku kecewa dengan insiden ini. Pria berusia 44 tahun ini memastikan insiden tersebut merupakan pelanggaran serius pada regulasi.

"Maka akan ada konsekuensinya. Bisa laga tanpa penonton atau bisa sampai laga usiran," ucap IB.

IB menambahkan, risiko itu harus diterima dengan besar hati. Pria berusia 44 tahun ini berharap, jika terkena sanksi, hal ini bisa menyadarkan Aremania agar kelak insiden serupa tidak terulang lagi.

"Aremania dikenal punya jiwa kesatria. Sebagai kesatria, kami harus berbesar hati untuk menerima hukuman, apa pun itu" ucapnya.

Lebih lanjut, IB benar-benar berharap insiden memalukan ini tak lagi terulang. Karenanya, selain menanti sanksi, ia mengaku akan mengajak diskusi perwakilan Aremania.

"Klub akan memanggil para perwakilan Aremania mengajak bicara. Bahwa kerugian ini tidak hanya klub yang menanggung, tapi juga Aremania sendiri," IB menandaskan.

PILIHAN EDITOR

(RWP)
  1. Kabar Arema
  2. Arema FC
  3. Liga 1
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA