1. MALANG
  2. KABAR MALANG

Industri kecil dan menengah di Kota Malang dilatih manfaatkan limbah kayu

Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Kota Malang mendapat pelatihan pemanfaatan limbah kayu menjadi produk bernilai.

©2017 Merdeka.com Editor : Rizky Wahyu Permana | Contributor : Darmadi Sasongko | Jum'at, 17 November 2017 15:08

Merdeka.com, Malang - Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Kota Malang mendapat pelatihan pemanfaatan limbah kayu menjadi produk bernilai. Pelatihan ketrampilan kerja diberikan bagi tenaga kerja dan masyarakat di sektor industri hasil pertanian dan kehutanan atau funiture.

Kepala Disperin Kota Malang Subkhan mengatakan, peserta pelatihan adalah pelaku usaha IKM khusus yang bergerak di produk furniture. Pelatihan digelar di Hotel Sahid Montana 2 Kota Malang, mulai Senin (13/11) hingga Jumat (17/11).

"Sebanyak 50 orang peserta pelatihan untuk pelaku IKM bidang perkayuan. Pelatihan membuat furniture dari bahan limbah kayu menjadi kerajinan furniture yang lebih bernilai," ujar Subkhan, Jumat (17/11).

Pelatihan lima hari tersebut menggunakan sumber anggaran dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Pelatihan bertujuan memberikan ketrampilan lebih serta meningkatkan kemampuan pelaku usaha, dan manajemen bisnis di bidang perkayuan.

"Pelatihan terutama mengolah limbah kayu menjadi aneka produk furniture yang berharga," tegasnya.

Industri kecil dan menengah di Kota Malang dilatih manfaatkan limbah kayu
© 2017 merdeka.com/Darmadi Sasongko

Kata Subhan, pelatihan bukan diberikan kepada pemula tetapi untuk para pelaku usaha. Mereka mendapatkan pengetahuan yang bersifat pengembangan dan inovasi produk yang dihasilkan.

Materi pelatihan sebagian diberikan dalam bentuk teori di dalam ruangan, mulai dari mekanisme pengurusan perizinan usaha, sertifikasi, manajemen bisnis dan pemasaran. Selain itu, diberikan materi dalam bentuk praktik di bawah bimbingan para praktisi.

Bagus Firmanyah, salah satu peserta pelatihan mengaku mendapatkan banyak ilmu baru selama pelatihan. Pihaknya mendapatkan ketrampilan baru yang dapat diaplikasikan dalam usahanya.

"Selama ini saya menggunakan bahan rotan atau sintetis untuk produk mebel, tadi dapat pelatihan dari bahan kayu limbah," katanya.

Bagus berasal dari Kelurahan Balearjosari, Kecamatan Blimbing. Bersama rekan satu kelompoknya, mendapat tugas dari instruksi untuk membuat project kursi dan meja.

Selama belajar, Bagus mengaku mendapat ilmu baru untuk produkt produk yang dihasilkan dan finishing. Selain itu juga diperkenalkan cara pemasaran di media sosial dan internet.

PILIHAN EDITOR

(RWP) Laporan: Darmadi Sasongko
  1. Info Kota
  2. Kota Malang
  3. Pemkot Malang
  4. Industri
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA