1. MALANG
  2. GAYA HIDUP

Kenapa orang pada masa lalu tidak tersenyum ketika berfoto?

Ini alasan mengapa pada foto-foto zaman dahulu hampir setiap orang pada foto tidak pernah memasang wajah tersenyum.

©2016 Merdeka.com Reporter : Rizky Wahyu Permana | Rabu, 06 September 2017 04:44

Merdeka.com, Malang - A: Bes, ndik foto iki Mbah Buyut kok merengut ae seh (Yah, di foto ini kenapa Mbah Buyut cemberut melulu) ?

B: Yo terang ae le, iku lak foto zaman ndisik (tentu saja nak, itu kan foto zaman dulu).

A: Lha ancen kenopo lek zaman ndisik Bes? aku ae lek foto karo nawak-nawak biasane yo ngguya-ngguyu (memang kenapa di zaman dahulu Yah? Biasanya aku kalau berfoto dengan teman-teman ya ketawa).

B: Zaman ndisik kamera-e lak durung canggih dadi lek foto yo gak cepet koyok saiki (Dahulu kan kamera masih belum canggih, jadi berfoto tidak bisa dilakukan dengan cepat seperti sekarang).

Dialog itu terjadi antara seorang anak (A) yang bertanya pada ayahnya (B) tentang foto masa lalu leluhurnya. Pada foto yang ditemukan tersebut, terlihat bahwa para orang-orang di sana tidak memasang wajah yang ceria seperti ketika orang-orang masa kini berfoto. Beberapa bahkan terlihat cemberut dan wajah seperti menahan sesuatu.

Terkait wajah-wajah yang tidak semringah pada sebagian besar foto pada masa lalu tersebut terutama ketika foto yang ada masih sebatas hitam putih dan belum berwarna, ternyata ada beberapa penyebabnya. Hal-hal itu lah yang menyebabkan foto-foto hitam putih yang dihasilkan pada masa lalu begitu berbeda dengan foto zaman sekarang.

Pada foto-foto di masa lalu, pose seseorang ketika berfoto juga selalu terlihat begitu-begitu saja. Hal ini rupanya dipicu oleh lamanya waktu pemotretan yang dilakukan. Kamera yang digunakan pada masa lalu tentu saja belum secanggih sekarang ini sehingga membutuhkan waktu pemotretan yang lebih panjang.

Lamanya waktu pemotretan ini juga menyebabkan objek di foto tersebut tidak dapat bergerak hingga pemotretan selesai. Oleh karena itu, seringnya ekspresi yang dipasang juga tidak seunik atau seceria pada zaman sekarang. Karena jika foto dengan ekspresi tersenyum maka bisa-bisa gigi menjadi kering ketika pemotretan usai.

Waktu pemotretan yang panjang ini dipicu oleh belum majunya teknologi kamera pada masa itu. Oleh karena itu sebuah pemotretan membutuhkan tempat yang cukup terang dengan waktu pemotretan antara 5 hingga 30 menit. Itulah sebabnya mengapa wajah sering terlihat lelah atau cemberut ketika difoto.

Selain menyangkut masalah teknologi, tidak adanya senyuman pada foto juga disebabkan dengan kebudayaan pada masa itu. Ketika berfoto seseorang akan selalu mencoba untuk menyembunyikan giginya dan tak terlihat tertawa untuk meningkatkan kewibawaan.

Menampilkan gigi atau terlalu banyak tersenyum dapat menyebabkan seseorang dianggap tidak memiliki wibawa pada saat ini. Oleh karena itu mereka menyimpan gigi rapat-rapat dan tampil berwibawa.

Hal lain terkait wajah cemberut pada foto adalah karena kurang familiarnya objek foto tersebut dengan benda yang ada di depannya. Pada saat itu, kamera merupakan salah satu benda yang cukup aneh dan tidak begitu dikenal. Bahkan sempat ada kepercayaan bahwa berfoto dapat mengurangi usia yang dimiliki seseorang.

Ratusan tahun telah berlalu sejak kamera pertama kali ditemukan. Kini manusia sudah bertransformasi dari yang sebelumnya takut ketika difoto menjadi maju yang paling depan ketika berfoto. Teknologi kamera pun kini telah mendukung manusia untuk mengambil foto dengan waktu yang sangat cepat walau di tempat gelap sekalipun.

PILIHAN EDITOR

(RWP)
  1. Sejarah Malang
  2. Ngalam lawas
  3. Fakta Unik
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA