1. MALANG
  2. KABAR MALANG

Praka Yudha meninggal akibat luka pendarahan di sekitar leher

Praka Yudha Prihartanto (28), anggota TNI Angkatan Udara Yonko 464 Paskhas Malang meninggal dunia akibat pendarahan di leher.

©2016 Merdeka.com Editor : Rizky Wahyu Permana | Contributor : Darmadi Sasongko | Sabtu, 13 Mei 2017 12:22

Merdeka.com, Malang - Praka Yudha Prihartanto (28), anggota TNI Angkatan Udara Yonko 464 Paskhas Malang diduga meninggal dunia. Korban meninggal dunia akibat pendarahan dari luka di sekitar leher.

Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Abdulrachman Saleh Malang, Marsma TNI AU Julexi Tambayong mengatakan saat beberapa orang mengantarkan korban ke rumah sakit. Korban dalam kondisi pendarahan luar biasa.

"Kalau tadi sempat berdiskusi dengan rumah sakit, bahwa terjadi pendarahan akibat luka. Itu yang menyebabkan korban meninggal dunia. Yang jelas ada bekas luka di leher yang dilihat oleh dokter. Saat korban dibawa ke rumah sakit ada pendarahan di luka tersebut," kata Marsma TNI AU Julexi Tambayong di Lanud Abdulrachman Saleh Malang, Jumat (12/5)

Karena luka tersebut, kata Julexi, terjadi pendarahan luar biasa dan kemungkinan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Dokter telah melakukan upaya penyelamatan tetapi tidak berhasil.

"Saya tidak bisa menyampaikan penyebabnya apa (meninggal), yang jelas bukti faktanya ada luka di leher, menyebabkan korban meninggal," tegasnya.

Julexi mengatakan, luka koban kemungkinan di posisi nadi sehingga terjadi pendarahan besar. Pihaknya juga tidak tahu penyebab luka tersebut.

Julexi juga menegaskan bahwa lokasi kejadian di Batalyon Komando 464, terkait lokasi memang berada di Lanud Abdulrachmam Saleh. Tetapi keterkaitan komando, Yonko 464 Paskhas sama sekali bukan di bawah komando Danlanud.

Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Jemi Trisonjaya menjelaskan saat ini Pomau Lanud Abdulrachman Saleh Malang sedang melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

Sementara diketahui kronologi kejadian tersebut berawal tiga orang perwira remaja Paskhas atas nama Lettu MP, Letda AJ dan Letda IH, mendapat perintah dari atasannya Kapten Pas NP selaku Pjs Pasiops untuk membina Praka Yudha yang sedang ada masalah utang piutang.

Setiap ditanya oleh ketiga perwira tersebut untuk apa penggunaan uang tersebut, Praka Yudha menjawab selalu berbelit-berbelit.

"Akhirnya diberikan tindakan oleh para perwira tersebut dengan dikunci di salah satu kamar di barak," kata Kadispen TNI AU dalam rilisnya.

Akan tetapi Yudha malah mencoba kabur melalui kaca nako yang ada di kamar. Namun dapat tertangkap lagi oleh para perwira yang mendapat tugas pembinaan dan diamankan kembali.

Sekitar pukul 11.05 WIB. Praka Yudha minta ijin ke kamar mandi dan dilepas ikatannya diantar ke kamar mandi. sekitar 10 menit di kamar mandi Letda AJ yang mendapat tugas menjaga menanyakan.

"Yud ngapain kok lama sekali" dan dijawab oleh Praka Pudha "Siap Ndan sebentar lagi."

Korban keluar kamar mandi sambil berlari dan hampir menubruk Letda AJ menuju ke dalam barak dan diikuti hingga ke dalam barak dan korban mengambil pisau komando.

Letda AJ bertanya "Kamu mau nyerang saya?"

korban menjawab "Siap tidak ndan, saya mau bunuh diri sambil menusukan pisau komandonya dari sisi sebelah kanan tembus ke sebelah kiri.

Letda AJ teriak untuk minta bantuan ke anggota yang berada di luar barak dan segera dievakuasi ke RSAU Lanud Abdulrachmann Saleh menggunakan kendaraan Batalyon Paskhas 464, yang di dampingi oleh Lettu Pas MP & Letda Pas AJ. Pada pukul 11.28 Wib, dokter yang menangani menyatakan korban telah meninggal dunia.

PILIHAN EDITOR

(RWP) Laporan: Darmadi Sasongko
  1. Peristiwa
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA