1. MALANG
  2. KABAR MALANG

Ketika penasehat Obama, Ima Matul berbagi ilmu di kampung halaman

Ima Matul Maisaroh, menyempatkan diri menyampaikan kampanya antitrafficking di sekolahnya dahulu, MTs Miftahul Ulum desa Kanigoro.

Darmadi Sasongko. ©2016 Merdeka.com Reporter : Siti Rutmawati | Selasa, 01 November 2016 14:53

Merdeka.com, Malang - Pulang kampung,Ima Matul Maisaroh (33), penasehat Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama untuk urusan perdagangan manusia (trafficking) menyempatkan diri berbagi ilmu di kampung halaman. Ibu tiga anak ini, menyampaikan kampanye antitrafficking di sekolahnya dahulu, MTs Miftahul Ulum desa Kanigoro, kecamatan Pagelaran, kabupaten Malang.

Dilansir dari merdeka.com, sebuah spanduk bertulis, 'Selamat Datang Ima Matul Maysaroh, Advisory Council on Human Trafficking United State of America di MTs Miftahul Ulum Kanigoro, Pagelaran, Kabupaten Malang'. Ima berbicara dalam tiga gelombang yakni di hadapan anak-anak PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), dilanjutkan siswa dan siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI).

Ima-panggilan akrab Ima Matul Maisaroh- dengan logat bahasa Malangan yang masih medok, berbicara seputar perdagangan manusia di hadapan anak-anak. Penampilannya pun sederhana yakni kaos merah dan celana jeans biru. Kalimat-kalimat yang disampaikan pun dengan bahasa sederhana, sama sekali tidak menampakkan Ima sebagai seorang penasehat Presiden AS. Walaupun beberapa kali terlihat mencari pilihan kata yang tepat untuk kalimatnya.

Perbincangan bersama anak-anak pun berlangsung dengan penuh keceriaan. Beberapa kali mereka berebut menjawab saat Ima melempar pertanyaan.

"Siapa yang tahu nama saya?" tanya Ima kepada siswa Madrasah Ibtidaiyah (SD) yang langsung berebut menjawab, Senin (31/10).

Anak-anak pun spontan menyebut nama Ima secara lengkap, bahkan juga tahu kalau seniornya itu tinggal di Amerika Serikat. Ruangan itu menjadi penuh teriakan anak-anak yang menjawab pertanyaan Ima. Selama berbicara di depan anak-anak, Ima meminta agar anak-anak terus belajar menuntut ilmu hingga menjadi orang sukses. Bersamaan Ima menyelipkan, agar waspada kalau muncul bujuk rayu orang yang tidak dikenal.

"Adik-adik jangan mau, kalau ada yang pura-pura baik memberi permen atau yang lainnya," katanya.

Para orang tua pun tidak mau ikut ketinggalan turut mendengarkan materi yang diberikan Ima. Mereka berdiri di balik jendela dengan mendengarkan ajakan waspada pada bujuk rayu.

"Ini dalam rangka kunjungan ke Indonesia, kemarin juga di Cianjur, Bogor, Bali dan Malang. Selain itu, MTS dan Madrasah Miftahul Ulum ini sekolah saya dulu. Kembali ke kampung halaman ya untuk berbagi ilmu," katanya.

Kata Ima, anak-anak juga harus waspada tentang perdagangan manusia. Agar mereka tahu dan berhati-hati, sehingga tidak gampang teriming-imingi oleh pelaku kejahatan trafficking.

"Terbukti banyak kejadian, anak-anak diiming-imingi HP atau apa, ternyata mereka kemudian diculik, diambil organ tubuhnya atau dipaksa menjadi pekerja seks," katanya.

Kepada murid yang sudah mulai dewasa, kata Ima, harus memiliki informasi yang cukup kalau memang ingin menjadi TKW. Segala kemungkinan dapat terjadi, sehingga harus berjaga-jaga saat bekerja di negara tujuan.

PILIHAN EDITOR

(SR)
  1. Pendidikan
  2. Peristiwa
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA