1. MALANG
  2. KABAR MALANG

Kecelakaan timbulkan taksi online dan konvensional kembali memanas

Kecelakaan diduga akibat razia oknum sopir taksi Citra yang menimbulkan kepanikan pengemudi Go Car.

Ilustrasi Taksi Online. ©2017 Merdeka.com Editor : Siti Rutmawati | Contributor : Darmadi Sasongko | Selasa, 29 Agustus 2017 09:02

Merdeka.com, Malang - Kecelakaan taksi online (Go Car) di Jalan Brantas, Kota Malang, Minggu (27/08) membuat hubungan antara taksi online dan konvensional kembali memanas. Karena kecelakaan tersebut diduga akibat razia oknum sopir taksi Citra yang menimbulkan kepanikan pengemudi Go Car.

Sopir Go Car, Dwi Anton Wahyu Diawan (28) terlibat kecelakaan dengan sebuah bus yang menimbulkan mobil warna putih itu rusak berat di kap depan. Pengemudi Go Car mengaku dikejar taksi putih sambil menyalakan klakson, dengan lampu warna hijau di atasnya, diduga taksi Citra.

"Mungkin karena ketakutan, sopir taksi online melaju sehingga terlibat kecelakaan," kata Iptu Fajar Alamsyah, KBO Intelkam Polres Malang Kota saat mediasi, Senin (28/8).

Kecelakaan tersebut kemudian menimbulkan simpati teman-teman sesama sopir taksi online. Sehingga mendatangi kantor taksi Citra, di Jalan Bunga Merak Nomor 02, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Para pengemudi taksi online, Minggu (27/8) mendatangi kantor Citra Taxi, namun karena libur, gagal bertemu manajemen. Senin (28/8), ratusan pengemudi taksi online kembali mendatangi kantor taksi Citra.

Mereka meminta agar ada pihak yang bertanggung jawab atas kecelakaan tersebut. Namun pihak taksi Citra meminta bukti otentik atas tuduhan tersebut.

"Mereka menyebutnya hanya taksi warna putih, lampu warna hijau. Tetapi tidak tahu nomor polisi dan nomor lambungnya," kata Cholil Arifin, juru bicara taksi Citra.

Para pengemudi taksi online dan konvensional di Kota Malang kerap terlibat pertengkaran. Biasa dipicu oleh pengambilan penumpang di pasar, stasiun, mal, perhotelan, rumah sakit yang memang disepakati sebagai daerah terlarang bagi taksi online. Gesekan kedua belah pihak pun tidak bisa dihindarikan.

Attabik Zuhni, Sekjen Forum Komunikasi Angkutan Online kepada wartawan meminta pengemudi taksi konvensional tidak melakukan intimidasi dan teror. Perlu komunikasi agar salah satu pihak tidak ada yang merasa dirugikan.

"Bila ditemukan kejadian serupa, seyogyanya dilaporkan ke kepolisian, " katanya. Setiap permasalahan harus dapat diselesaikan dengan saling menghargai dan menghormati.

Wakapolres Malang Kota, Kompol Nandu Dyananta menyatakan akan menggelar pertemuan lanjutan. Kedua belah pihak akan dipertemukan untuk meminimalisir persoalan.

"Kita kordinasikan waktu pertemuannya kapan," katanya.

Sementara itu, kasus Kecelakaan nya sendiri saat ini sedang ditangani oleh Polres Malang Kota. Tiga orang penumpangnya dirawat di rumah sakit. Sedangkan kendaraan diamankan di Unit Laka Polresta untuk penyelidikan.

PILIHAN EDITOR

(SR) Laporan: Darmadi Sasongko
  1. Peristiwa
  2. Kecelakaan
  3. Kota Malang
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA