1. MALANG
  2. GAYA HIDUP

Sejarah Pecinan kota Malang dalam lintasan masa

Pecinan Malang Tempo Dulu. ©2017 Merdeka.com Reporter : Rizky Wahyu Permana | Selasa, 24 Januari 2017 00:17

Tingginya peranan ekonomi yang dimiliki oleh wilayah Pecinan tidak lepas dari model hunian yang dibentuk sebagai rumah toko. Sebagian besar masyarakat Tionghoa yang tinggal di wilayah Pecinan tersebut menggunakan rumah mereka sebagai toko dan pada saat ini, di beberapa hunian lawas daerah Pecinan lama maupun baru, gaya ini masih dapat terlihat.

Pada saat ini wilayah yang dikenal sebagai Pecinan di kota Malang adalah jalan Pasar Besar yang terletak mulai bagian depan pasar dan memanjang hingga ke arah barat. Pada jalan Pasar Besar yang memanjang ke arah timur dan menyambung langsung ke Pasar Kebalen lebih dikenal sebagai daerah Pertukangan.

Pecinan Tempo Dulu
© tropenmuseum.nl/Tropen museum

Di sebelah selatan daerah pecinan ada seruas jalan yang bernama jalan Wiromargo namun juga dikenal sebagai daerah Pecinan Kecil. Wilayah pecinan kecil ini saat ini juga sama dengan wilayah Pecinan yang ramai oleh perdagangan, bahkan secara lebih khusus daerah ini tidak pernah sepi selama 24 jam.

Jika Pecinan yang dipenuhi deretan pertokoan hanya akan ramai ketika jam buka toko saja yaitu sekitar jam sembilan pagi hingga sembilan malam saja. Namun di wilayah Pecinan kecil, siang hari dipenuhi toko yang berjualan sedangkan pada malam hari tak pernah sepi dari para penjual bunga yang berdagang di sepanjang jalan.

Dilihat dari segi arsitektur, wilayah Pecinan Malang sudah tak banyak menyisakan bangunan lawas khas. Hanya beberapa toko saja seperti misal toko Papinja dan mie Gajah Mada yang masih menyisakan suasana lawas pada masa lalu. Sedangkan di Pecinan Kecil, masih ada banyak bangunan lawas khas masyarakat Tionghoa di Hindia Belanda. Bahkan ada juga museum Bentoel yang masih berdiri hingga kini.

Walau daerah Pecinan di Malang masih ada, namun seiring berkembangnya waktu dan perkembangan kota, wilayah perdagangan dan tinggal masyarakat Tionghoa kini tidak lagi dibatasi seperti pada masa Hindia Belanda. Kini sekat-sekat pembagian kota sudah luntur, namun dalam lintasan sejarah dan bahkan hingga saat ini, wilayah Pecinan masih dikenal sebagai salah satu pusat perekonomian dan kantong tempat tinggal masyarakat keturunan Tionghoa.

PILIHAN EDITOR

(RWP)
  1. Sejarah Malang
  2. Ngalam lawas
  3. Imlek 2017
  4. Pecinan
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA