1. MALANG
  2. KABAR MALANG

Panglima TNI pimpin upacara alih Kodal PPRC TNI 2018

Komando Pengendalian Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (Kodal PPRC) TNI periode 2018-2020 resmi beralih ke Satuan Divisi Infanteri 2 Kostrad.

©2018 Merdeka.com Editor : Rizky Wahyu Permana | Contributor : Darmadi Sasongko | Sabtu, 24 Februari 2018 09:36

Merdeka.com, Malang - Komando Pengendalian Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (Kodal PPRC) TNI periode 2018-2020 resmi beralih ke Satuan Divisi Infanteri 2 Kostrad. Upacara alih Kodal dipimpin langsung oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto di Taxy Way Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Malang, Jumat (23/2).

Peralihan ditandai dengan penyerahan bendera PPRC dari Panglima Divisi Infanteri 1 Kostrad, Mayjen TNI Ainurrahman kepada Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad, Mayjen TNI Agus Suhardi.

Upacara diikuti sekitar 5.000 prajurit TNI dari lima Brigade yang terdiri dari unsur Satuan Tugas Darat (Satgasrat), Satuan Tugas Laut (Satgasla), dan Satuan Tugas Udara (Satgasud) serta unsur pendukung lain seperti bantuan tempur dan administrasi.

Sejumlah Alutsista yang dimiliki ketiga angkatan turut dikerahkan, di antaranya Tank Leopard, Tank Recovery, Roket Astros, Meriam 155 mm/Caesar, Meriam 105/Tarik, Meriam 76 mm, RBS, Transporter, Mistral, Cheetah, Sea Rider, Tank BMP, Helly Bel, CN 235, CN 295, Hawk, Super Tucano dan Cassa 212.

Panglima Hadi dalam amanatnya, mengatakan, tuntutan dan tantangan tugas TNI ke depan tidak semakin ringan. Dinamika perubahan lingkungan strategis yang sedemikian cepat menghadirkan ancaman nyata yang bersifat asimetris, proxy dan hibrida, serta sedemikian sulit diprediksi. Tentunya semua itu dapat mengancam stabilitas keamanan dan integritas NKRI.

Panglima TNI pimpin upacara alih Kodal PPRC TNI 2018
© 2018 merdeka.com/Darmadi Sasongko

TNI sebagai alat dan komponen utama pertahanan negara, garda terdepan dan benteng terakhir dituntut mampu mempersiapkan diri dengan mobilitas tinggi. Semua itu demi menghadapi berbagai bentuk ancaman kontemporer yang semakin mengemuka dan mengancam kedaulatan, keutuhan wilayah serta keselamatan bangsa.

PPRC merupakan komando tugas gabungan TNI yang dibentuk secara khusus dan berkedudukan langsung di bawah Panglima TNI.

"PPRC TNI bertugas untuk melaksanakan tindakan reaksi cepat terhadap berbagai ancaman nyata yang terjadi, dalam rangka menangkal, menindak awal dan menghancurkan kekuatan musuh yang mengancam NKRI," kata Hadi di Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Malang, seperti dalam rilisnya Jumat (23/2).

PPRC, lanjutnya harus memegang prinsip cepat dalam manuver, tepat menghitung kemampuan dan batas kemampuan untuk mencapai sasaran, serta singkat dalam deploitasi kekuatan. Pemahaman ini dinilai penting bagi unsur pimpinan PPRC, karena wilayah operasinya meliputi tiga dimensi, yakni darat, laut dan udara di kepulauan Nusantara.

Turut hadir pada upacara tersebut, Kasad Jenderal TNI Mulyono, Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, Wakasal Laksamana Madya TNI Achmad Taufiqoerrochman, Pangkostrad Letjen TNI Agus Kriswanto, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Arip Rohman, Pangarmatim Laksamana Muda Didik Setyono dan Wakapolda Jatim Brigjen Pol Awan Samodra.

PILIHAN EDITOR

(RWP) Laporan: Darmadi Sasongko
  1. Hadi Tjahjanto
  2. TNI
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA