1. MALANG
  2. KABAR MALANG

Sejumlah pedagang coba selamatkan barang dari amukan api

Kobaran api yang masih belum dapat dipadamkan, membuat beberapa pedagang nekat menembus api untuk selamatkan dagangan.

© 2016 merdeka.com/Darmadi Sasongko. ©2016 Merdeka.com Reporter : Rizky Wahyu Permana | Kamis, 26 Mei 2016 11:36

Merdeka.com, Malang - Kebakaran Pasar Besar Malang yang belum bisa dipadamkan pada kamis (26/5) menimbulkan banyak kecemasan pada para pedagang. Banyak pedagang yang nekat masuk ke wilayah pasar untuk menyelamatkan dagangan mereka sebelum dilahap oleh si jago merah.

Dilansir dari Merdeka.com, akibat kebakaran, para pemilik kios tampak panik dan berusaha menyelamatkan barang dagangan mereka yang masih tertinggal di dalam. Para pedagang berusaha untuk masuk dan mengambil barang walau para petugas berusaha menghalaunya.

Pemandangan tersebut terlihat di pintu utama sebelah utara. Sejumlah pedagang berusaha menyelamatkan barang-barang dagangannya dari dalam pasar. Barang yang terbungkus karung-karung besar diangkut menuruni tangga. Begitu kotak-kota besar diangkut beberapa orang menuruni tangga.

Pedagang berusaha selamatkan dagangan dari amukan api
© 2016 merdeka.com/Darmadi Sasongko

Tampak juga beberapa pedagang yang melemparkan barang-barang melalui jendela lantai dua. Sementara beberapa orang bersiap menerima dan mengumpulkan di sisi pasar.

Situasi yang cukup panik tersebut juga membuat  seorang perempuan setengah baya yang datang histeris. Wajahnya panik dan menangis memohon agar bisa masuk mengambil barang. Walau begitu para petugas tetap menghalau dan  berusaha menenangkan.

"Ya Allah, bagaimana toko saya, tidak apa-apa? Ya Allah gusti," kata Sarijah, pemilik toko busana di lantai 2 di TKP, kamis (26/5).

"Kita berusaha untuk menghalau masyarakat untuk mempertimbangkan keamanan, sekaligus agar satu komando dalam proses pemadaman. Selain itu petugas agar tidak terganggu," kata Wakil Walikota Malang, Sutiaji.

PILIHAN EDITOR


(RWP)
  1. Peristiwa
  2. Kebakaran pasar besar
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA