1. MALANG
  2. KABAR MALANG

Dukung KPK usut kasus korupsi, mahasiswa Malang serahkan 'jamu kuat'

Mahasiswa beratribut Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) melakukan demonstrasi di depan Mapolres Malang mendukung langkah KPK.

Demo mahasiswa di depan Mapolres Malang. ©2017 merdeka.com/darmadi sasongko. ©2017 Merdeka.com Editor : Rizky Wahyu Permana | Contributor : Darmadi Sasongko | Rabu, 16 Agustus 2017 18:24

Merdeka.com, Malang - Perwakilan massa mahasiswa yang tengah menggelar aksi di depan Mapolres Malang Kota, sempat meminta izin untuk masuk ruang penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dua orang utusan beratribut Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu berniat menyampaikan aspirasinya pada KPK. 

Namun para petugas yang menjaga ruang penyidikan tidak mengizinkan keduanya. Para penyidik juga sedang repot untuk meminta keterangan para anggota DPRD dan pejabat di lingkungan Pemkot Kota Malang.

"Kami mohon maaf, aksi Anda salah satu bentuk dukungan terhadap pemberantasan korupsi, tetapi tolong jangan ganggu, (penyidik) sedang bekerja," terang seorang petugas keamanan, Rabu (16/8).

Puluhan massa PMII menggelar aksi di halaman Polres Malang Kota. Massa mengecam tindak korupsi yang diduga dilakukan oleh para wakil rakyat dan pejabat Kota Malang.

Kasus korupsi yang sementara menyeret tiga nama sebagai tersangka itu disebut sebagai kado terburuk dalam suasana Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 tahun.

"Para wakil rakyat, ternyata justru memberi kado buruk di hari kemerdekaan," kata Ketua Cabang PMII Kota Malang Fariz Abdul Aziz. 

Pihaknya mendukung langkah KPK menuntaskan segala praktik korupsi yang merugikan warga Kota Malang. Massa membentangkan beragam tulisan berisi dukungan di antaranya 'Koruptor Adalah Musuh Rakyat', 'Kembalikan Uang Rakyat', 'Usut Tuntas Korupsi Kota Malang' dan lain-lain.

Massa PMII juga menyerahkan secara simbolis 'jamu kuat' kepada Kepolisian dan KPK sebagai bentuk dukungan stamina dalam menangani kasus korupsi di Kota Malang. Massa juga menyembelih seekor ayam sebagai tanda membunuh korupsi. 

PILIHAN EDITOR

(RWP) Laporan: Darmadi Sasongko
  1. Peristiwa
  2. Mahasiswa
  3. Kota Malang
  4. KPK
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA