1. MALANG
  2. KABAR MALANG

Musim Hujan, 26 Titik Lokasi Genangan Air dalam Penanganan Pemkot Malang

Hasil pemetaan, sebanyak 26 titik lokasi genangan air tengah dalam penanganan Pemerintah Kota Malang.

©2018 Merdeka.com Editor : Rizky Wahyu Permana | Contributor : Darmadi Sasongko | Jum'at, 30 November 2018 09:15

Merdeka.com, Malang - Musim hujan menyebabkan banjir dan genangan di sejumlah titik di Kota Malang. Hasil pemetaan, sebanyak 26 titik lokasi genangan air tengah dalam penanganan Pemerintah Kota Malang.

Ke-26 lokasi tersebut meliputi Jl. Pulosari, Jl. Rajekwesi, Jl. Galunggung, Jl. Jombang, Jl. Japri, Jl. Bandulan, Jl. Simpang Sulfat, Jl. Bukit Barisan, Jl. Borobudur, Jl. Pisang Kipas, Jl. Sukarno-Hatta, Jl. MT Haryono dan Jl. Simpang Bogor.

Selanjutnya Jalan S. Parman sekitar Carefour, Jl. A. Yani sekitaran flyover Arjosari, Jalan Cengkeh, Jl. Bendungan Siguragura, Jl. Simpang LA Sucipto, Jl. Kalpataru, Jl. Vinolia, Jl. Bendungan Wonogiri, Jl. Raya Candi, Jl. Raden Intan, Jl. S. Supriyadi, Jl. Coklat dan Jl. Simpang Gajayana.

Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko melakukan pemantauan guna menelusuri sumber banjir di sejumlah titik. Penelusuran salah satunya dilakukan di kawasan Jalan Galunggung yang dilakukan saat hujan deras. Alasannya agar mengetahui secara persis kondisi genangan.

"Sebelumnya dikomando Wali Kota, kita melakukan peninjauan lokasi dan sekaligus komunikasi dengan warga setempat. Menguatkan langkah mencari solusi, dan bertepatan saat hujan sehingga tahu secara langsung situasi di lapangan," kata Sofyan Edi Jarwoko.

Banyak catatan yang ditemukan selama sidak di antaranya adanya pendangkalan sungai, penyempitan saluran air, crossing arus air yang tidak terdistribusi hingga bongkahan pondasi reklame dan pembatasan bibir saluran air yang justru menghambat jalannya air hujan.
Bahkan Edi didampingi Sekkota Wasto, Asisten Administrasi Pembangunan Diah Ayu K, dan Kepala DPUPR, Hadi Santoso, mengambil tindakan membongkaran.

"Ini (banjir) masalah tahunan. Dari tahun ke tahun terjadi dan saya percaya tentu selalu dicarikan solusi. Hari ini bagian untuk mencari solusi dan semoga bisa kita tuntaskan," tegasnya.


Masih Buang Sampah Sembarangan

Kepala Dinas Pekerjaan Umum - Perumahan Rakyat (PURR) Hadi Soni Santoso mengatakan, masih menemukan tumpukan sampah di aliran pembuangan. Sampah itu akibat kebiasaan masyarakat membuang sampah tidak pada tempatnya.

Unit Reaksi Cepat Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) setiap melakukan normalisasi saluran selalu menemukan buah perilaku tidak bertanggung jawab itu.

"Hampir setiap hari dilakukan teman-teman tim dan selalu saja menemukan buah perilaku tidak bertanggung jawab dari oknum warga yang seenaknya membuang sampah ke saluran air," ungkapnya di kawasan Jalan Raya Langsep, Kamis (29/11).

Tumpukan sampah ditemukan Soni bertumpuk di drainase yang tentu menghambat arus air. Perilaku tersebut tentu merugikan banyak pihak, tidak hanya lingkungan tetapi juga petugas yang harus mebersihkannya.

"Tentu wajar apabila muncul emosi geram melihat kondisi seperti itu," ujarnya.

Soni meminta masyarakat dapat bekerja sama dan saling menghormati, terutama kepada petugas yang berjibaku menormalkan saluran.

"Mereka tidak menghiraukan resistensi dan keselamatan, yang ada tekad dan komitmen mewujudkan lingkungan kota yang baik. Di musim penghujan seperti ini, teman-teman makin gencar melakukan operasi normalisasi, dan itu wujud konkrit dari sekian banyak langkah penanganan," tuturnya.

Sementara itu Wali Kota Malang, Sutiaji menegaskan perlunya sanksi tegas dan menjerakan oknum masyarakat yang membuang sampah ke sungai maupun saluran air.

PILIHAN EDITOR

(RWP) Laporan: Darmadi Sasongko
  1. Peristiwa
  2. Kota Malang
  3. Pemkot Malang
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA