1. MALANG
  2. KABAR MALANG

Produk senjata dilirik banyak negara, Pindad pede target pendapatan Rp 2,7 T tercapai

PT Pindad menargetkan pendapatan sebesar Rp 2,7 triliun tahun ini. Angka tersebut meningkat sekitar Rp 500 miliar dari tahun sebelumnya.

Direktur Utama PT Pindad, Abraham Mose. ©2017 Merdeka.com Editor : Rizky Wahyu Permana | Contributor : Darmadi Sasongko | Rabu, 11 Oktober 2017 06:59

Merdeka.com, Malang - PT Pindad menargetkan pendapatan sebesar Rp 2,7 triliun tahun ini. Angka tersebut meningkat sekitar Rp 500 miliar dari tahun sebelumnya. 

Direktur Utama PT Pindad, Abraham Mose, mengaku optimistis angka tersebut akan tercapai.

"Semoga tahun 2019 bisa menyentuh Rp 2,9 triliun sampai Rp 3 triliun," kata Abraham Mose, usai peletakan batu pertama perluasan pabrik munisi di PT Pindad Turen, Kabupaten Malang, kemarin. 

Mose menegaskan, sejumlah negara sudah melirik senjata produksinya dan tengah dilakukan penjajakan. Sejumlah negara peminat datang dari Asia Tenggara. "Target ekspor, sudah penjajakan dengan sejumlah negara ASEAN, yang tentunya berupa ekspor amunisi maupun senjata," terangnya.

"Target (ekspor) tahun ini 40 persen, tetapi baru berjalan antara 10-15 persen. Itu masih terus kita kejar," tambahnya.

Mose juga menegaskan, bahwa ekspor persenjataan memiliki aturan ketat yang harus dipatuhi. Karena itu, pihaknya wajib menjalankan setiap regulasi yang diterapkan. 

"Tapi hal ini kalau bicara ekspor harus taat juga pada Undang-undang. Perizinan dari Kementerian pertahanan dan izin dari panglima TNI," tandasnya. 

PT Pindad (persero) memperoleh Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 700 Miliar. Sebagian besar dari dana tersebut digunakan untuk produksi lini Munisi Kaliber Kecil (MKK). Pihaknya sedang meningkatkan kapasitas produksi yang masih di angka 165 juta butir per tahun menjadi 275 juta per tahun.

PILIHAN EDITOR

(RWP) Laporan: Darmadi Sasongko
  1. Kabupaten Malang
  2. Pindad
  3. Industri
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA