1. MALANG
  2. KABAR MALANG

Polisi tangkap pelaku teror bom gereja di Batu

Pelaku teror bom gereja di Kota Batu, akhirnya tertangkap. Pelakunya adalah HJ atau JS (47), seorang pemilik toko sepeda di Surabaya.

©2017 Merdeka.com Editor : Siti Rutmawati | Contributor : Darmadi Sasongko | Senin, 23 Januari 2017 12:11

Merdeka.com, Malang - Pelaku teror bom gereja di Kota Batu, akhirnya tertangkap. Pelakunya adalah HJ atau JS (47), seorang pemilik toko sepeda, warga kecamatan Tambaksari, kota Surabaya.

Kapolres Batu AKBP Leonardus Simarmata mengungkapkan, pelaku diamankan dua hari setelah teror berlangsung. Dari yang bersangkutan ditemukan handphone berikut nomor telepon yang digunakan untuk meneror.

"Saat penggeledahan ditemukan handphone beserta nomor yang digunakan menelepon ke Mapolres Batu. Pada saat melakukan pengancaman bom," kata Leonardus Simarmata di Mapolres Kota Batu, Senin (23/1).

Kata Leo, pelaku mengaku menelepon petugas protokol Polres Kota Batu dan mengatakan kalau ada bom di gereja di Batu. Petugas sempat menanyakan lokasi bom yang dimaksud, tetapi kemudian dimatikan.

Petugas juga melakukan telepon balik, tetapi handphone dalam kondisi dimatikan. Sehingga Polres Batu dan jajaran melakukan tindakan penyisiran di sejumlah gereja di Batu.

"Kita ambil nomor dan data yang bersangkutan. Dari hasil pemeriksaan, benar yang bersangkutan menelepon polisi dan menyatakan ada bom," tambah.

Polisi telah melakukan tes kejiwaan kepada yang bersangkutan. Pelaku yang masih lajang itu diduga memiliki gangguan kejiwaan dan pernah menjalani perawatan di klinik kejiwaan.

"Pelaku mengalami gangguan jiwa, tepatnya gangguan skizofrenia akut atau gangguan mental kronis," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, sebuah teror bom ke gereja di Batu terjadi pada Senin, 14 November 2016. Ancaman melalui telepon diterima oleh petugas jaga Markas Kepolisian Resor Kota Batu.

Polres Batu selanjutnya melakukan penyisiran sejumlah gereja, di antaranya Gereja Katolik Gembala Baik di Jalan Ridwan nomor 16, Kota Batu, dan Yayasan Pelayanan Pengkabaran Injil Indonesia (YPPII) Kota Batu.

Sebuah mobil penjinak bom (Jibom) dan alat pendeteksi logam dikerahkan. Setiap sudut gereja diperiksa, namun tidak ditemukan indikasi adanya barang berbahaya tersebut.

Gereja Katolik Paroki Gembala Baik dan Biara Rubiah Karmel Flos Carmeli Kota Batu mendapat teror bom melalui telepon. Satpam penjaga gereja mengaku mendapatkan telepon dari orang tak dikenal. Penelepon menyatakan bahwa ada bom yang dipasang di komplek gereja tersebut.

Sebelumnya, Gereja Katolik Paroki Gembala Baik dan Biara Rubiah Karmel Flos Carmeli juga mengalami teror serupa. Senin, 14 November 2016 lalu, satpam gereja mendapatkan telepon teror yang menyatakan gereja telah dipasang bom.

PILIHAN EDITOR

(SR) Laporan: Darmadi Sasongko
  1. Peristiwa
  2. Kriminal
  3. Kota Wisata Batu
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA