1. MALANG
  2. KABAR MALANG

Polisi buru pelaku teror bom di Gondanglegi

Masih dalam proses penyelidikan, polisi duga motif teror bom di desa Ganjaran, kecamatan Gondanglegi terkait pemerasan.

Ilustrasi Teroris. ©2017 Merdeka.com Editor : Siti Rutmawati | Contributor : Darmadi Sasongko | Sabtu, 10 Juni 2017 12:14

Merdeka.com, Malang - Polisi menyelidiki teror bom yang dialamatkan kepada keluarga Arwan Sarafi Toto (54). Arwani bersama istrinya, Juariyah (43) juga menjalani pemeriksaan. Arwan sehari-hari mengaku sebagai pedagang sembako di toko yang tidak jauh dari rumahnya, desa Ganjaran RT 14 RW 02 kecamatan Gondanglegi, kabupaten Malang.

"Saya sendiri tidak tahu. Saya merasa tidak punya musuh," kata Arwan di sela penyelidikan di Polres Malang, Jumat (9/6).

Kata Arwan, pesan teror diterima istrinya. Dalam pesan tersebut, korban diminta menyediakan uang tebusan Rp 10 juta. Jika tidak dituruti, benda seukuran batako diduga bom yang diletakkan di depan rumah Arwan akan diledakkan.

Dalam pesan tersebut, terlihat pelaku kecewa kepada korban. Dia mengaku menaruh bom yang dilengkapi dengan remote yang setiap saat siap diledakkan.

Ancaman bom di Malang
© handout/Humas Polres Malang/Humas Polres Malang

Sementara Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung mengaku sedang meminta keterangan saksi untuk mencari pelaku teror. Apapun motifnya, pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Kita sedang melakukan penyelidikan dan penyidikan tentang orang yang melakukan ancaman teror ini. Tentunya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," katanya.

Yade mengaku tidak mau mengambil risiko sehingga melakukan proses pengamanan sesuai ketentuan. Pihaknya melakukan koordinasi dengan Jibom Gegana Polda Jatim.

Dengan kejadian ini, Yade meminta agar masyarakat tidak terbawa panik. Pihaknya akan meningkatkan patroli pengamanan.

Berdasarkan temuan awal, Yade meduga motif pelaku bukan teror seperti yang selama ini terjadi. Tetapi ancaman tersebut bermotif ekonomi atau pemerasan.

"Motifnya bukan seperti teror biasa, tetapi ekonomi atau tepatnya pemerasan," pungkasnya.

PILIHAN EDITOR

(SR) Laporan: Darmadi Sasongko
  1. Peristiwa
  2. Kabupaten Malang
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA