1. MALANG
  2. KABAR MALANG

Aplikasi eror, kantor GO-JEK cabang Kota Malang digeruduk pengemudi

Aplikasi GO-JEK mengalami masalah, para driver Go-Jek berbondong-bondong mendatangi kantor cabang di Jalan LA Adisucipto Blimbing, Kota Malang.

Darmadi Sasongko. ©2017 Merdeka.com Editor : Siti Rutmawati | Contributor : Darmadi Sasongko | Senin, 09 Januari 2017 13:43

Merdeka.com, Malang - Aplikasi GO-JEK mengalami masalah sehingga mengakibatkan transaksi para pengemudi terganggu. Para driver Go-Jek berbondong-bondong mendatangi kantor cabang Malang, di Jalan LA Adisucipto Blimbing, Kota Malang.

Pengemudi GO-JEK berbondong-bondong menggeruduk kantornya cabang Malang. Mereka protes lantaran aplikasi dimiliki pengemudi eror dan membuat pemasukan jadi tersendat.

"Seharusnya sudah mendapat penumpang, tetapi karena ada persoalan di aplikasi. Biasanya jam segini sekitar 10 orang," kata Ardi Wahyu salah seorang pengemudi di Kantor GO-JEK cabang Malang, Jalan LA Adisucipto Kota Malang, Senin (9/1).

Menurut Ardi, alasan diutarakan pihak GO-JEK, aplikasi tersebut tengah mengalami pembaruan. Sehingga para pengemudi terpaksa terganggu. Apalagi sinyal di wilayah Malang masih kurang kuat, menjadi salah satu penyebab pembaruan aplikasi dilakukan GO-JEK agak tersendat.

Hal serupa juga disampaikan pengemudi lainnya, Hendik Heri Wasono. Dia mengaku harus mendatangi kantornya karena belum mendapat link untuk melakukan update. Karena untuk aplikasi versi terbaru, driver akan diberi link untuk kemudian melakukan update otomatis.

"Trouble sejak pagi, karena belum bisa, saya datang ke sini," tegasnya.

Kata Hendik, sekitar pukul 11.00 WIB, biasanya sudah mendapat sekitar lima pelanggan. Karena memang biasa berangkat agak siang. Namun, masih harus menunggu update.

Sebenarnya update aplikasi kerap dilakukan, namun untuk versi terbaru memang ada perbedaan. Update tidak bisa dilakukan serentak karena harus menunggu link.

"Karena sistemnya. Alasan keamanan prosesnya sedikit sulit. Banyak driver juga yang kurang paham. Tapi beberapa teman mengaku sudah bisa," katanya. Jumlah driver GO-JEK di Malang sekitar 1.500 orang. Sebagian besar belum berhasil melakukan update.

Sementara itu pihak manajemen Go-Jek Malang menolak dikonfirmasi. Sempat keluar tetapi justru meminta drivernya menemui wartawan. Mereka justru menutup kantor karena melihat kerumunan para media.

PILIHAN EDITOR

(SR) Laporan: Darmadi Sasongko
  1. Peristiwa
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA