1. MALANG
  2. KABAR MALANG

Ini cara pengemudi GO-JEK untuk cegah bentrok dengan ojek pangkalan

Pengemudi GO-JEK terapkan etika agar tidak bentrok dengan pengemudi ojek konvensional.

© 2016 merdeka.com/Darmadi Sasongko. ©2016 Merdeka.com Reporter : Rizky Wahyu Permana | Selasa, 31 Mei 2016 14:27

Merdeka.com, Malang - Walaupun wilayah kerja yang hampir sama, pengemudi GO-JEK di kota Malang tidak khawatir berbenturan dengan ojek pangkalan (Opang). Dilansir dari Merdeka.com, cara yang dipilih oleh pengemudi GO-JEK adalah dengan tidak mengambil penumpang di sekitar pangkalan ojek pangkalan.

"Kalau ojek konvensional itu mangkal, penumpang di sekitar pangkalan. Kalau kita datang ke rumah pelanggan," kata Gunawan Saputra (40), salah satu pengemudi GO-JEK di Malang, Selasa (31/5).

Sejak jumat (27/5) lalu, GO-JEK mulai beroperasi di wilayah Malang dan sekitarnya. Pengemudi GO-JEK ini dapat dikenali dengan mudah melalui jaker dan helm warna hijau yang mereka gunakan.

Gunawan yakin tidak akan ada gesekan antara GO-JEK dan ojek konvensional. Kendati tidak ada ketentuan yang mengatur, dirinya tetap memakai etika dengan tidak mengambil penumpang yang menjadi jatah ojek pangkalan. Cara ini diharap dapat menjaga keharmonisan antara pengemudi GO-JEK dan ojek pangkalan.

"Saya sendiri berusaha menjaga, yakin tidak ada gesekan. Contoh penumpang yang di stasiun, customer saat konfirmasi saya minta agak geser. Saling menjaga saja," kata Gunawan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Handi Priyanto mengungkapkan, pihaknya tidak bisa melarang beroperasinya GO-JEK. Karena memang tidak ada ketentuan yang melarangnya.

"Ojek bukan jenis transportasi publik berdasarkan Undang-undang Lalu Lintas. Sehingga tidak ada izin yang harus diurus dan tidak bisa melarang juga," kata Handi.

Keberadaan GO-JEK, katanya tidak berbeda dengan ojek tradisional. Sehingga dua-duanya bisa beroperasi, sebelum muncul ketentuan yang mengaturnya.

"Kalau GO-JEK dikatakan ilegal, itu (ojek tradisional ) juga ilegal juga, Ini kan berkaitan. Sudahkah pemerintah menyiapkan transportasi yang memadai?" tegasnya.

Munculnya GO-JEK ini ditanggapi dengan positif oleh sejumlah orang karena sistemnya yang cukup terbuka dan nyaman. Hilda Daningtyas, salah satu penumpang GO-JEK mengaku mendapat kenyamanan. Pelayanan, berupa keramahan dan kepastian tarif membuat lebih nyaman.

"Saya dari Pasar Oro-oro Dowo sampai Jalan Sultan Agung, cuma Jalan Sultan Agung enggak ada di Peta. Tarifnya pasti Rp 15 ribu," tuturnya.

PILIHAN EDITOR

(RWP)
  1. Info Kota
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA