1. MALANG
  2. AREMANIA

4 Legiun asing Arema Cronus dinyatakan SOS sebagai pemain ilegal

Save Our Soccer (SOS) ungkapkan bahwa sebagian besar pemain dan pelatih ISC ilegal.

©2016 Merdeka.com Reporter : Rizky Wahyu Permana | Kamis, 01 September 2016 16:59

Merdeka.com, Malang - Berdasar sebuah penelitian yang dilakukan oleh Save Our Soccer (SOS), mayoritas pemain dan pelatih asing yang berada di Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016. Dilansir dari Bola.net, SOS mengungkapkan bahwa sebagian besar pemain dan pelatih asing di ISC A 2016 tak memiliki Kartu Izin Tinggal Sementara/Terbatas (Kitas).

Tidak adanya Kitas ini merupakan pelanggaran terhadap Permenakertrans Nomor 12 Tahun 2013 yang mewajibkan kartu tersebut untuk warga negara asing yang bekerja. Berdasar data yang dimiliki SOS, pada putaran pertama ISC tercatat ada 81 pemain dan pelatih asing.

Dari jumlah keseluruhan itu, sebanyak 64 orang menggunakan visa on arrival, 16 orang memakai visa kunjungan usaha dan seorang lagi tak diketahui jenis visanya.

"Visa on arrival itu visa turis dan berlaku 30 hari. Tidak bisa digunakan untuk bekerja. Visa kunjungan usaha itu berlaku dua bulan dan bisa diperpanjang maksimal tiga kali alias enam bulan," ujar Koordinator SOS, Akmal Marhali.

"Untuk pekerja yang kontrak satu tahun mestinya harus mengurus KITAS. Bukan mensiasati dengan visa turis atau kunjungan usaha," sambungnya.

Menurut SOS, PT Gelora Trisula Semesta (PT GTS) selaku operator semestinya menjadi garda terdepan untuk mencegah penggunaan pemain dan pelatih asing ilegal demi reformasi tata kelola sepakbola nasional. Terlebih lagi syarat berupa KITAS sudah tercantum dalam regulasi dan manual ISC.

"GTS tidak bisa lepas tangan terhadap pembiaran ini. Mereka yang mengesahkan boleh tidaknya pemain dan pelatih asing berkiprah di ISC. Artinya, mereka seharusnya menegakkan aturan. Jangan sampai di putaran kedua ISC hal semacam ini masih terjadi," tutur Akmal.

"Badan Olahraga Profesional (BOPI) selaku kaki tangan pemerintah juga tak boleh tinggal diam terhadap pekerja ilegal di sepakbola Indonesia. Kalau didiamkan sama saja artinya dengan ‘mengkhianati’ negara," imbuhnya.

Lebih lanjut, Akmal menyatakan bahwa pemerintah harus bertindak tegas terhadap pelanggaran ini. Pasalnya, hal ini mendatangkan kerugian bagi negara.

"Klub peserta dan operator kompetisi harus ditindak sesuai aturan hukum yang berlaku karena telah melanggar aturan negara. Klub dan operator yang membiarkan dan melakukan pembenaran terhadap masalah ini bisa dicabut izin usahanya bila mengacu kepada Permenakertrans nomor 12 Tahun 2013," tandasnya.

Berdasar data yang ditunjukkan oleh ISC, diketahui juga bahwa empat pemain asing yang dimiliki Arema Cronus yaitu Gustavo Giron, Esteban Vizcarra, Goran Ganchev dan Srdan Lopicic berstatus ilegal dan masuk ke Indonesia menggunakan visa on arrival.

PILIHAN EDITOR

(RWP)
  1. Kabar Arema
  2. ISC A 2016
  3. Arema Cronus
  4. Pemain dan pelatih asing ilegal
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA